- Kerusakan kabel listrik akibat gigitan tikus berpotensi menimbulkan korsleting dan kebakaran, sehingga pencegahan dini sangat penting.
- Pencegahan efektif meliputi menutup semua akses masuk tikus, memasang pelindung fisik pada kabel, serta merapikan instalasi.
- Cara alami seperti penggunaan kapur barus atau cabai bubuk efektif mengusir tikus dari area sekitar instalasi kabel listrik.
SuaraSumut.id - Kabel listrik yang digigit tikus bukan sekadar masalah sepele. Selain berpotensi merusak peralatan elektronik, kondisi ini juga bisa memicu korsleting hingga kebakaran.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk melakukan pencegahan sejak dini, agar kabel listrik tidak rusak digigit tikus.
Berikut cara efektif mencegah kabel listrik di rumah digigit tikus, yang mudah diterapkan dan aman untuk penghuni rumah.
1. Tutup Semua Akses Masuk Tikus
Tikus dapat masuk ke dalam rumah melalui celah kecil, bahkan lubang seukuran koin. Periksa bagian dinding, ventilasi, saluran pipa, loteng, hingga area bawah pintu.
Segel celah tersebut menggunakan semen, kawat kasa, atau busa kedap udara. Selain itu, pangkas ranting pohon yang menempel atau terlalu dekat dengan rumah karena bisa menjadi “jembatan” tikus untuk masuk ke dalam.
2. Pasang Pelindung pada Kabel Listrik
Melindungi kabel secara fisik merupakan langkah penting untuk mencegah gigitan tikus. Gunakan cable duct plastik, pipa PVC tebal, atau selubung berbahan baja yang sulit ditembus gigi tikus.
Untuk perlindungan maksimal, pilih pelindung kabel khusus anti-tikus yang tersedia di toko kelistrikan. Selain mencegah kerusakan, langkah ini juga membantu mengurangi risiko korsleting listrik.
3. Rapikan Instalasi dan Jaga Kebersihan
Kabel yang berserakan memudahkan tikus menjangkaunya. Pastikan semua kabel digulung rapi dan ditata dengan baik, terutama di area dapur, gudang, atau belakang peralatan elektronik.
Selain itu, bersihkan sisa makanan dan remah-remah di sekitar kabel. Menjaga kebersihan rumah secara menyeluruh akan mengurangi sumber makanan dan tempat persembunyian tikus.
4. Manfaatkan Pengusir Tikus Alami
Jika ingin cara yang lebih alami, gunakan bahan-bahan beraroma menyengat yang tidak disukai tikus, seperti kapur barus atau cabai bubuk. Taburkan di sekitar jalur kabel dan sudut rumah, lalu ganti secara berkala agar tetap efektif.
Sebagai tambahan, Anda bisa memasang jebakan lem atau alat pengusir ultrasonik. Namun, pengusir alami lebih disarankan karena aman bagi anak-anak dan hewan peliharaan.
Berita Terkait
-
7 Tips Akuarium Pembawa Hoki dan Kemakmuran Menurut Feng Shui, Perhatikan Jumlah Ikan
-
5 Langkah Mudah Menanam Bunga Telang untuk Pemula: Hanya 2 Bulan Bisa Panen!
-
6 Tips agar Sepeda Lipat Makin Ngebut di Jalanan, Tak Takut Tertinggal saat Gowes Bareng
-
12 Tips Memilih Shade Lipstik Sesuai Warna Pakaian, Biar Makin Serasi dan Stylish
-
Pria Kepergok Curi Kabel Listrik Jalur KRL di Stasiun Cakung, Ternyata Sudah Beraksi Sejak 2020
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Tersangka Diamankan
-
Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu
-
DJ Cantik di Medan Ditangkap Edarkan Vape Narkoba Merk Batman
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bappeda Langkat, Diduga Rebutan Proyek