Suhardiman
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:28 WIB
Ilustrasi bencana banjir dan longsor Sumatra 2025. (Suara.com/Aldie)
Baca 10 detik
  • Bencana banjir dan longsor akhir November 2025 merusak sedikitnya 225 destinasi wisata di Aceh.
  • Kabupaten Gayo Lues mengalami dampak kerusakan terparah, dengan 198 objek wisata rusak berat.
  • Selain wisata, 162 cagar budaya di berbagai daerah Aceh turut mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

SuaraSumut.id - Sedikitnya 225 destinasi wisata diberbagai daerah di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025.

Destinasi wisata mayoritas mengalami rusak berat dan terbanyak berada di Kabupaten Gayo Lues. Rincianya 198 objek wisata rusak berat, 18 rusak sedang dan 9 lokasi rusak ringan.

"Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor," kata Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, melansir Antara, Rabu, 14 Januari 2026.

Destinasi wisata rusak berat di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang 42, Bireuen 20, Bener Meriah 19, Pidie Jaya 13.

Kemudian, Aceh Singkil 10 destinasi, Aceh Utara 8, Aceh Tengah 8, Aceh Timur 6, Aceh Tenggara 4, serta Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat masing-masing satu lokasi.

Untuk sembilan destinasi wisata rusak ringan masing-masing tersebar di Kabupaten Aceh Utara dua lokasi, Kota Langsa satu, tiga di Aceh Tengah satu di Subulussalam dan dua Bireuen.

Sementara 18 destinasi wisata rusak sedang tersebar di Aceh Utara, Lhokseumawe , Aceh Tengah, Subulussalam, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Bireuen.

Bencana hidrometeorologi juga berdampak pada 162 cagar budaya di Aceh. Murthalamuddin menyebutkan, dari jumlah itu 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.

"Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana," kata Murthalamuddin.

Ia optimistis Aceh dapat segera bangkit pascabencana. Di mana pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah pemulihan.

“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” katanya.

Load More