- Sebuah insiden melibatkan taksi listrik yang menabrak kios karena kendaraan tiba-tiba bergerak mundur.
- Pengemudi wajib mengontrol emosi dan memahami sistem operasional kendaraan otomatis agar keselamatan terjamin.
- Perusahaan transportasi perlu memberikan bimbingan ahli kepada pengemudi agar kesalahan operasional tidak terulang.
SuaraSumut.id - Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan kendaraan, namun juga bergantung pada kesiapan mental, pengendalian emosi, serta pemahaman pengemudi terhadap sistem operasional kendaraan.
Hal ini kembali menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan pengemudi taksi listrik yang mengalami kecelakaan akibat kendaraan tiba-tiba bergerak mundur dan menabrak kios rumah makan.
Pengamat sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa setiap pengemudi wajib memiliki kontrol emosi agar tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain.
"Kejadian tersebut mencerminkan betapa pentingnya mengontrol emosional dengan baik dalam kondisi apapun," katanya melansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Pengemudi yang menggunakan kendaraan elektrik maupun konvensional dengan transmisi otomatik penting untuk memahami sistem operasional dengan baik dan benar dari kendaraan yang digunakan. Tidak hanya kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), menurut dia, kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) pun bisa seperti itu, selama sistemnya otomatik.
"Pada kasus ini jelas pengemudi gagal paham terkait sistem operasional yang benar atau terburu-buru dalam bertindak," ujarnya.
Oleh karena itu, terdapat kewajiban yang harus dipatuhi oleh pengemudi dalam hal keselamatan bersama. Mereka tidak diperkenankan untuk meninggalkan kendaraan saat kendaraan masih dalam keadaan hidup atau memastikan dengan benar bahwa transmisi dalam posisi P dan menarik tuas handbrake.
"Yang viral di medsos kemungkinan besar posisi gear R dan tidak di-release ke P oleh drivernya. Hal ini bisa terjadi kelupaan akibat emosi atau terburu-buru dalam operasional. Nah, ini harus menjadi perhatian buat pengemudi yang sistem selected gearnya model tombol/soft touch atau rotater," ucapnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut dia, penting untuk perusahaan penyedia jasa transportasi memberikan bimbingan yang baik dan juga benar dari ahli yang sudah memiliki lisensi terpercaya, sehingga kejadian tersebut tidak lagi terulang pada kemudian hari.
Berita Terkait
-
Purbaya Soal Pajak Mobil Listrik: Tidak Berubah, tapi...
-
7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan
-
Pengendara Mobil Berstiker TNI AL Adang Bus TransJakarta di Kemang, Picu Kemarahan Netizen
-
Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal
-
Selamat Tinggal Pajak Rp0, Cek Rincian Biaya Kendaraan Listrik Wuling Air EV 2026
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Sepatu Formal Mulai Ditinggalkan? Ini 3 Sepatu Lari yang Cocok Dipakai ke Kantor
-
5 Jenis Kendaraan Ini yang Ternyata Tidak Perlu Bayar Pajak Tahunan
-
Mau Beli Mobil Bekas Murah 3 Baris? Ini 4 Pilihan Paling Masuk Akal
-
Lupa Ganti Oli? Ini 3 Mobil Listrik Bekas yang Layak Dibeli Tahun 2026
-
BRI Sambut Hari Kartini dengan Srikandi Pertiwi, Perempuan Berdaya