- Kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Tebing Tinggi pada 21 Januari 2026, melibatkan KA Sri Bilah Utama dan mobil Toyota Avanza.
- Insiden ini mengakibatkan sembilan orang penumpang mobil meninggal dunia, termasuk pengemudi, akibat tertemper lokomotif.
- Mobil terseret 300 meter, polisi sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan meskipun warga sempat memperingatkan korban.
SuaraSumut.id - Kecelakaan melibatkan kereta api dan mobil Toyota Avanza terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.
Kecelakaan itu menyebabkan sembilan orang penumpang mobil meninggal dunia. Korban meninggal adalah pengemudi mobil Abdul Kadir Al Jaelani (42) warga Kecamatan Medan Marelan.
Kemudian 8 penumpang mobil yaitu Rizal (59) warga Desa Sigara-sigara Patumbak, Daratul Lailla (55) warga Jalan Satria Ujung Delitua.
Risnawati (57), Muhammad Hafiz (4), warga Jalan Delitua, Muhammad Rafka Attaqih (6), Asrah (80) warga Delitua, Deli Serdang, dan Sri Devi (41) warga Medan Marelan.
Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, mengatakan kecelakaan melibatkan Kereta Api Sri Bilah Utama KA U53 rute Rantau Prapat–Medan dengan sebuah mobil penumpang Toyota Avanza BK 1657 ABP.
"Mobil Avanza yang dikemudikan Abdul Kadir Al Jaelani membawa delapan orang penumpang. Saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu, mobil diduga tidak memperhatikan datangnya kereta api sehingga tertemper lokomotif," kata Rina, Kamis, 22 Januri 2026.
Akibat benturan keras tersebut, mobil terseret sejauh kurang lebih 300 meter. Pengemudi dan seluruh penumpang mengalami luka berat.
Pengemudi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebing Tinggi, namun meninggal dunia dalam perawatan. Sementara delapan penumpang lainnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Kereta api tersebut dikemudikan oleh Hendrik Santoso selaku masinis, didampingi asisten masinis Goklas Junior Manurung. Keduanya dilaporkan tidak mengalami luka.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil Avanza sebenarnya telah diteriaki warga agar berhenti. Namun kendaraan tersebut tetap melaju dan melintasi rel.
“Saksi melihat kendaraan sudah diperingatkan, tetapi tetap melintas. Saat itu kereta api datang dari arah Rantau Prapat menuju Medan,” jelasnya.
Petugas Satlantas Polres Tebing Tinggi bersama Unit Gakkum langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Saat ini, seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke ruang jenazah RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Motif dan penyebab kecelakaan masih dalam proses lidik dan sidik,” tegasnya.
Dari informasi yang dihimpun, rombongan korban diketahui berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Batu Bara, kemudian menjenguk keluarga yang sakit di Sei Sigiling, sebelum akhirnya mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang.
Berita Terkait
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
KAI Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Agung untuk Optimalisasi Aset dan Layanan Kereta
-
Flash Sale Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sore Ini, Bisa Lewat Aplikasi Apa?
-
Cari Tiket Kereta buat Mudik? KAI Siapkan Promo Spesial Sore Ini, Catat Waktu dan Mekanismenya
-
KAI Gelar Flash Sale Tiket Kereta Sore Ini Jam 16.30, Harga Mulai Rp150 Ribu
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Pria di Tapteng Aniaya Istri Usai Pulang Mabuk, Pelaku Ditangkap
-
Review Rapika: Pelicin Pakaian Untuk Memudahkan Aktivitas Menyetrika
-
IOH Pulihkan 800 BTS Terdampak Bencana Aceh, Pastikan Masyarakat Tetap Terhubung hingga Lebaran
-
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Minta Jembatan Tagih MBG dan Bermimpi Jadi Dokter
-
Prabowo: Pemerintah Tidak Akan Biarkan Rakyat di Desa Terpencil Kesulitan