- Perum Bulog Kanwil Sumut menjamin ketersediaan stok beras aman hingga Lebaran tahun 2026.
- Stok beras saat ini berjumlah 39.000 ton, ditambah rencana penambahan 15.000 ton dari Jakarta.
- Bulog Sumut menargetkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 62.718 ton per tahun.
SuaraSumut.id - Perum Bulog Kanwil Sumut menjamin ketersediaan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara, menjelang bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2026.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
"Kami memastikan stok beras Bulog cukup menjelang Ramadhan, dan sampai Lebaran 2026," kata Pimwil Bulog Sumut Budi Cahyanto, melansir Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia mengatakan saat ini total stok beras di Gudang Bulog Sumut mencapai 39.000 ton, dan akan ada penambahan sebanyak 15.000 ton dari Jakarta.
Jika nantinya stok mulai berkurang, pihaknya juga dapat meminta kembali dari Jakarta dalam penambahan beras sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat.
"Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait persediaan beras di Sumut, dan stok itu juga untuk menjaga stabilitas harga di pasar," ucapnya.
Stok di gudang juga diperkuat dengan penyerapan gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah Sumut yang merupakan sebagai salah satu sentra produksi padi nasional yang diharapkan dapat berkontribusi melalui penyerapan oleh Bulog.
"Kami menetapkan target penyerapan GKP sebanyak 62.718 ton per tahun dalam menjaga stabilitas harga, serta memastikan penyerapan hasil panen petani," ucapnya.
Ia mengatakan saat ini telah memasuki masa panen padi dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada periode Maret hingga Mei 2026.
Pihaknya sebelumnya telah melaksanakan kegiatan serapan gabah di Desa Sambirejo dan Desa Sendangrejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumut.
"Dalam kegiatan serapan gabah tersebut, kami membeli hasil panen petani sebanyak 20 ton GKP dari luas panen 3,5 hektare sawah," katanya.
Bulog Sumut menyatakan gabah yang dibeli dari petani nantinya digunakan untuk kepentingan masyarakat melalui program bantuan pangan, SPHP dan untuk bantuan beras jika terjadi bencana alam.
Berita Terkait
-
Safrie Ramadan Pacar Jule Minta Maaf Usai Jadikan Anak Na Daehoon Bahan Lelucon Konten Sensitif
-
Bukan Sekadar Belanja Kebutuhan, Ternyata Ramadan 2026 Juga Jadi Momen Upgrade Gaya Hidup
-
Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
-
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat Serentak, Ribuan Jamaah Mulai Diterbangkan
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Oknum Jaksa Diperiksa Kasus Dugaan Perselingkuhan dengan CPNS
-
Nilai Tukar Petani di Sumut Naik 3,37 Persen pada April 2026
-
KPK Kembangkan Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut
-
4 Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Disiplin, Ini Perkaranya
-
Cekcok Rebutan Tempat Tidur, Pria di Tebing Tinggi Dibacok Rekan Kerja