Suhardiman
Kamis, 19 Maret 2026 | 23:24 WIB
Ilustrasi jasa penitipan kucing. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Jasa penitipan kucing di Banda Aceh mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran 2026 karena pemilik pulang kampung berhari raya.
  • Biaya penitipan harian bervariasi antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, sudah termasuk fasilitas dasar seperti makan dan kandang.
  • Beberapa pemilik memilih membawa kucing mudik karena libur cukup panjang, sementara lainnya menitipkan pada jasa atau sesama pencinta kucing.

SuaraSumut.id - Jasa penitipan kucing di Banda Aceh, meningkat menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.  Peningkatan  dapat dilihat dari jumlah kucing yang dititipkan.

Pada hari biasa kurang dari 10 ekor dan itu biasanya pada akhir pekan dan libur panjang. Sedangkan menjelang Lebaran ini, jumlah lebih dari 15 ekor.

Demikian dikatakan oleh Rita Zahara, pekerja jasa penitipan kucing dan penyedia kebutuhan hewan peliharaan, Mi Ong Pet Shop, melansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.

"Ada peningkatan menjelang hari raya Idul Fitri. Kucing-kucing tersebut dititipkan karena pemilik pulang kampung," katanya.

Sedangkan biaya penitipan, kata Rita, berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per hari untuk satu ekor. Fasilitas yang diberikan kandang, makan dan minum serta pasir untuk buang air besar.

Untuk fasilitas lainnya, seperti perawatan biasa, perawatan kutu dan jamur hingga paket komplit, dikenakan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, kata Rita Zahara menyebutkan.

"Lama kucing yang dititipkan berkisar lima hingga tujuh hari. Ada juga yang lebih dari seminggu. Kucing-kucing ini dititipkan tersebut karena pemiliknya pulang kampung berhari raya," ujar Rita.

Ia menyebutkan pemilik kucing yang dititipkan titipkan tersebut dari kalangan ibu rumah tangga dan mahasiswa. Kucing yang dititipkan beragam jenis ada Persia, Angora, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Cat Association (ICA) Aceh Natalina Christanto mengatakan mudik Lebaran tahun ini ada tren kucing peliharaan dibawa pulang kampung. Biasanya, yang membawa kucingnya pulang kampung masih di wilayah Provinsi Aceh.

"Biasanya, anggota ICA yang mudik ke luar Aceh menitipkan kepada kawan-kawan sesama pencinta kucing. Ada juga dititipkan kepada jasa penitipan, dan ada juga menggunakan jasa perawat, biasanya dari kalangan mahasiswa yang tidak mudik," katanya.

Menurut Natalina, tren membawa kucing peliharaan pulang kampung karena liburan Lebaran Idul Fitri tahun ini cukup panjang serta pertimbangan biaya jasa penitipan dalam kondisi sekarang ini turut menjadi pertimbangan.

"Seperti ada anggota ICA Aceh pulang ke Aceh Barat Daya, membawa empat ekor kucingnya dam yang ke Lhokseumawe, membawa mudik lima ekor. Mereka juga membuat konten mudik bersama kucing untuk media sosial," katanya.

Load More