- Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara menerima audiensi Kepala BP3MI Sumut pada 5 Agustus 2026.
- Kedua instansi memperkuat sinergi untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama nasional dalam perlindungan pekerja migran.
- Hasil kolaborasi ini fokus pada pencegahan migrasi nonprosedural dan pertukaran data secara *realtime* untuk menekan TPPO.
SuaraSumut.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara menegaskan komitmen kuatnya dalam memperketat pengawasan serta meningkatkan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan audiensi dari Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Kombes Budi Novijanto, bertempat di Ruang Kakanwil Ditjenim Sumut pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut, Dr. Parlindungan sebagai langkah krusial dalam memperkuat sinergitas antarinstansi di wilayah Sumatera Utara guna memastikan proses migrasi tenaga kerja berjalan aman, legal, dan terintegrasi.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Imigrasi Sumut menyambut baik tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding.
Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama untuk menyelaraskan fungsi keimigrasian dengan sistem pelindungan PMI di daerah.
Parlindungan menekankan bahwa Imigrasi Sumut siap menjadi benteng terdepan dalam mencegah keberangkatan nonprosedural sekaligus mempermudah alur pelayanan keagenan dan penataan dokumen keimigrasian bagi para pekerja migran legal.
Melalui kolaborasi ini, Imigrasi Sumut akan memfokuskan kerja sama pada pertukaran data dan informasi secara realtime guna meminimalisasi potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk menggelar sosialisasi bersama secara masif kepada masyarakat mengenai prosedur migrasi yang aman serta melaksanakan program peningkatan kapasitas SDM bagi para petugas di lapangan.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan lalu lintas orang yang tidak hanya ketat, tetapi juga humanis dan berpihak penuh pada keselamatan warga negara.
Berita Terkait
-
Ramai Keluhan Warga soal Sumbangan Dipaksa di Senen, PMI DKI Jakarta Buka Suara
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei, Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba
-
7 Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Bikin Susah Terlelap
-
6 Penyebab Tagihan Paylater Membengkak, Nomor 5 Sering Bikin Terjebak
-
Waspada! Suara Sound Horeg Berisiko Turunkan Pendengaran
-
Gawat! Anggota Polres Tanjungbalai Diduga Mesum Digerebek Warga