- Pemkab Aceh Barat menyiapkan 200 lapak terpusat di Kompleks Pasar Induk Meulaboh untuk tradisi meugang jelang Ramadan.
- Tujuan lokasi terpadu ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan daging segar, sehat, dan layak konsumsi.
- Pedagang diwajibkan membayar retribusi terintegrasi mencakup pemeriksaan kesehatan ternak, lapak, dan kebersihan.
SuaraSumut.id - Tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadan selalu diiringi dengan meningkatnya konsumsi daging di Aceh. Menyadari tingginya kebutuhan tersebut, Pemkab Aceh Barat menyiapkan 200 lapak bagi pedagang daging yang dipusatkan di Jalan H Daud Dariah II, Kompleks Pasar Induk Bina Usaha Meulaboh.
“Penyediaan lokasi ini sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan daging segar dan sehat secara terpadu di satu lokasi,” kata Plt Sekda Kabupaten Aceh Barat, Kurdi, melansir Antara, Kamis, 5 Februari 2026.
Kurdi mengatakan penyediaan lapak penjualan daging juga sebagai upaya pemerintah daerah, dalam memudahkan akses masyarakat membeli daging yang sehat, higienis dan layak konsumsi.
Selain itu, penetapan lokasi penjualan daging tradisi meugang secara terpadu ini, juga sebagai upaya pemerintah dalam memudahkan pengawasan penjualan daging sapi/kerbau ke masyarakat, sehingga terhindar dari penjualan daging yang tidak sehat atau tidak layak konsumsi.
Selain di ibu kota kabupaten, penjualan daging tradisi meugang juga dipusatkan di setiap kecamatan, dan juga mendapatkan pengawasan dari petugas terkait.
Kurdi mengatakan dalam tradisi ini, pemerintah daerah juga mewajibkan setiap pedagang untuk membayar retribusi resmi kepada pemerintah daerah, diantaranya seperti kewajiban pemeriksaan kesehatan ternak sebesar Rp50 ribu/ekor, retribusi lapak dagangan Rp50 ribu/lapak, serta retribusi biaya kebersihan sebesar Rp80 ribu/lapak.
“Nanti retribusi ini kita sediakan satu atap, sehingga bagi pedagang yang ingin berjualan, lebih mudah untuk membayar retribusi dan pemeriksaan ternak sekaligus mendapatkan nomor lapak yang kita sediakan,” kata Kurdi.
Seperti diketahui, tradisi meugang bagi masyarakat di Aceh telah berlangsung ratusan tahun silam sekitar abad ke-17 masehi, atau masa kejayaan Aceh yang di pimpin oleh Sultan Iskandar Muda, dan tradisi ini termaktub dalam Undang-Undang Aceh dalam Qanun Meukuta Alam.
Tradisi meugang di Aceh dilaksanakan selama tiga kali dalam satu tahun, diantaranya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, menjelang Hari Raya Idul Fitri dan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Tradisi meugang juga sebagai momemtum memupuk kebersamaan dan silaturahmi masyarakat Aceh, serta menggugah kepedulian kepada orang-orang yang tidak mampu.
Berita Terkait
-
1 Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Ini Keputusan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
-
Tips Persiapan Ramadan 2026: 4 Langkah Cerdas Siapkan Stok Makanan Anti Boncos
-
Apakah Ada Libur Awal Puasa 2026? Simak Jadwal Resminya di Sini
-
Terpopuler: Cara Download PP Ramadan 2026 Cewek, 5 HP Alternatif Redmi Note 15 5G
-
Cara Download dan Pasang PP Ramadan 2026 Versi Cewek, Praktis Bisa Dicoba!
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Modus Pengiriman 1 Kg Sabu Dikemas Kopi Digagalkan BNNP Sumut
-
Penyaluran Bantuan Pangan Sumut Rampung, 844 Ribu KPM Terima Beras dan Minyak Goreng
-
Daftar 9 Pelanggaran yang Diincar Polisi dalam Operasi Keselamatan Toba 2026 di Medan
-
Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Menjadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?
-
Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Asahan, Sempat Berdalih Korban Jatuh dari Motor