Suhardiman
Kamis, 05 Februari 2026 | 22:13 WIB
Pabrik BioCNG. [Ist]
Baca 10 detik
  • KIS Group, Sustainability² memulai pembangunan pabrik BioCNG komersial keempat di Sumatera Utara pada Februari 2026.
  • Fasilitas ini akan menghasilkan 127.000 MMBTU BioCNG per tahun.
  • BioCNG terbarukan ini akan digunakan Unilever menggantikan gas alam fosil.

SuaraSumut.id - KIS Group, Sustainability² dan Sinar Mas Agribusiness and Food memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik BioCompressed Natural Gas (BioCNG) komersial di Pabrik Kelapa Sawit Padang Halaban, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara.

Pabrik BioCNG komersial keempat ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal 1 2027. Fasilitas ini akan menangkap metana dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) dan mengonversinya menjadi BioCNG terbarukan, dengan target produksi sekitar 127.000 MMBTU per tahun, sekaligus diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar sekitar 62.484 ton setara CO per tahun.

BioCNG yang dihasilkan akan disalurkan kepada Unilever Oleochemical Indonesia untuk menggantikan penggunaan gas alam berbasis fosil dalam kegiatan operasionalnya.

Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) KIS Group-Sustainability², K.R. Raghunath, menyatakan bahwa peletakan batu pertama ini mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Dengan dukungan strategis dari Mitsubishi Corporation serta kolaborasi bersama mitra industri, termasuk PT SMART Tbk dan Unilever, proyek ini menunjukkan bahwa solusi energi terbarukan berskala komersial mampu memberikan dampak lingkungan yang signifikan sekaligus nilai ekonomi," kata Raghunath, Kamis 5 Februari 2026.

Presiden Direktur PT SMART Tbk, The Biao Leng, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari peta jalan (road map) perusahaan untuk mengurangi jejak karbon operasional pabrik hulu dengan mengubah limbah menjadi energi bersih dan terbarukan. Sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

"Proyek ini juga mencerminkan kerangka keberlanjutan Collective for Impact yang menjadi panduan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Menurutnya, kinerja bisnis yang baik dan kontribusi positif terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus bekerja sama dengan para mitra dan pemangku kepentingan.

Dengan mengonversi gas metana - gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih besar dibandingkan karbon dioksida menjadi BioCNG terbarukan, proyek ini berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Proyek ini juga menunjukkan kelayakan komersial pemanfaatan limbah menjadi energi di industri kelapa sawit, sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal dan mendorong alih teknologi di bidang energi terbarukan," jelasnya.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun serta portofolio lebih dari 90 proyek di 14 negara, KIS Group terus mendorong pengembangan biogas dan biomethane secara global. BioCNG yang dihasilkan diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target iklim Indonesia sekaligus mendukung peningkatan kemandirian energi nasional.

Load More