- Pemerintah mengalokasikan Rp29,07 miliar untuk rehabilitasi lahan kritis di tiga provinsi guna menangani 218 titik banjir teridentifikasi.
- Tambang Emas Martabe (PTAR) telah merehabilitasi seluas 41,76 hektare lahan hingga tahun 2025 untuk pemulihan habitat terganggu.
- PTAR menanam 16.111 bibit pada 2025, didampingi BAP dan IPB, untuk meningkatkan efektivitas restorasi spesies tanaman lokal.
SuaraSumut.id - Pemerintah mengalokasikan dana Rp29,07 miliar untuk merehabilitasi lahan kritis di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani banjir yang melanda berbagai daerah.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, pada Kamis, 4 Februari 2026, terungkap ada sebanyak 218 titik banjir yang teridentifikasi pada 57 DAS.
Dengan fakta itu, kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, rehabilitasi lahan kritis menjadi fokus utama pemerintah di tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Ada pun langkah reformasi tata kelola mencakup digitalisasi satu peta kehutanan, termasuk pembangunan sistem peringatan dini (early warning system) banjir.
Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) misalnya, berdasarkan data hingga tahun 2025 telah merehabilitasi lahan seluas 41,76 hektare. Dari total luasan itu, 2,44 hektare di antaranya direhabilitasi pada tahun 2025.
Area rehabilitasi tersebar di sepanjang tanggul Tailings Storage Facility (TSF) serta berbagai titik kegiatan eksplorasi.
Saat itu Tambang Emas Martabe mengklaim tujuan rehabilitasi site adalah untuk mengembalikan habitat hutan di kawasan yang terganggu ke kondisi yang sama seperti sebelum pengembangan proyek.
Hal itu mencakup pemulihan habitat bagi spesies yang terancam punah seperti Orangutan Tapanuli. PTAR juga berkomitmen untuk melaksanakan rehabilitasi progresif. Artinya lahan direhabilitasi saat mulai tersedia.
Teknik restorasi hutan tropis itupun kini sudah mapan. Prosedur yang diterapkan di Tambang Emas Martabe serupa dengan yang terlihat di banyak tambang.
Mengutip dari Situs web PTAR, perusahaan memiliki tim rehabilitasi penuh waktu dan fasilitas pembibitan (nursery) di site seluas 6.000 meter persegi untuk mendukung pekerjaan rehabilitasi yang sedang berlangsung.
Sepanjang 2025, jumlah bibit pohon yang ditanam mencapai 16.111 bibit. Dalam pelaksanaan rehabilitasi, PTAR didampingi oleh Biodiversity Advisory Panel (BAP), panel independen yang dibentuk sejak 2019 untuk memberikan masukan ilmiah terkait pelestarian keanekaragaman hayati.
Atas rekomendasi BAP, PTAR meningkatkan efektivitas rehabilitasi melalui identifikasi intensif spesies tanaman lokal, perluasan kapasitas pembibitan, serta penerapan teknik simbiosis mikoriza guna meningkatkan keberhasilan dan kualitas penanaman. Seluruh proses itu dilakukan di bawah pengawasan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan satwa liar, Agincourt Resources turut membudidayakan rambutan hutan (Nephelium cuspidatum) di fasilitas persemaian atau nursery perusahaan. Bibit yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi dan pemulihan habitat.
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Kebakaran Hutan Kalimantan: Ketika Kemarau Terus Dijadikan Kambing Hitam
-
Ketakutan Diserbu TNI, Warga 4 Kampung di Intan Jaya Terpaksa Mengungsi ke Hutan
-
Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api
-
Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
-
Enam Penghargaan Internasional Diraih BRI Group, Kinerja hingga Transformasi Jadi Sorotan