- Fenomena Asmara Subuh melibatkan anak muda berkumpul selepas sahur di masjid besar bernuansa religius.
- Jelang berbuka, pedagang takjil memadati jalan utama seperti Jalan Sisingamarajara menjadi pasar Ramadan dadakan.
- Kawasan Masjid Raya Al Mashun terkenal dengan tradisi berburu bubur sup berempah legendaris saat menjelang buka.
SuaraSumut.id - Ramadan di Medan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Ibu kota provinsi Sumatera Utara ini tidak hanya dipenuhi aktivitas ibadah, tetapi juga tradisi unik serta kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri.
Dari fenomena Asmara Subuh yang ramai diperbincangkan hingga antrean panjang takjil dan kuliner, Ramadan di Medan menyuguhkan pengalaman yang autentik dan penuh warna.
Berikut rangkuman tradisi dan momen unik yang hanya bisa Anda temui saat Ramadan di Medan.
1. Asmara Subuh
Fenomena “Asmara Subuh” menjadi perbincangan setiap Ramadan di Medan. Istilah ini merujuk pada tradisi anak muda yang berkeliling kota selepas sahur hingga menjelang salat Subuh. Biasanya mereka berkumpul di masjid-masjid besar seperti Masjid Raya Al Mashun.
Secara sosiologis, Asmara Subuh mencerminkan kebutuhan generasi muda untuk tetap bersosialisasi di ruang publik bernuansa religius. Namun, di sisi lain, aparat kerap mengingatkan agar kegiatan ini tidak berubah menjadi ajang balap liar atau konvoi berlebihan.
2. Antrean Takjil
Menjelang waktu berbuka, hampir setiap sudut jalan di Medan dipenuhi pedagang takjil. Kawasan sepeti Jalan Sisingamarajara, Ringrad, HM Yamin dan lainnya berubah menjadi pasar Ramadan dadakan.
Antrean panjang menjadi pemandangan biasa. Menu favoritnya antara lain kolak pisang dan ubi, es timun serut, lontong pecal, gorengan dan lainnya.
3. Antre Bubur Sup di Kawasan Masjid Raya
Setiap Ramadan, kawasan sekitar Masjid Raya Al Mashun dipenuhi warga yang berburu bubur sup legendaris. Bubur ini berbeda dari bubur ayam biasa karena disajikan dengan kuah kaldu rempah dan suwiran ayam kampung.
Antrean bisa mengular hingga puluhan meter sebelum waktu berbuka. Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi simbol kebersamaan warga Medan.
4. Toge Panyabungan
Tak lengkap membahas Ramadan di Medan tanpa menyebut Toge Panyabungan. Hidangan khas Mandailing ini terdiri dari mie kuning, tauge, perkedel, dan kuah santan pedas gurih.
Nama “Panyabungan” diambil dari daerah asalnya di Mandailing Natal. Saat Ramadan, penjual Toge Panyabungan kebanjiran pembeli karena cocok sebagai menu berbuka yang mengenyangkan.
Berita Terkait
-
Divonis Bebas, Amsal Sitepu Apresiasi Dukungan Pejuang Ekonomi Kreatif
-
KPK Hadirkan Eks Menhub Budi Karya Sumadi di Kasus DJKA Medan
-
Tangis Amsal Sitepu Usai Divonis Bebas oleh Hakim
-
Lemomo Gandeng GIMF dalam Program Ramadan, Dorong Dampak Sosial dan Ekonomi
-
Ramadan Bikin Belanja Online Makin Ngebut, Tren Cashback Jadi Andalan Pengguna
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Senyum Amsal Sitepu Saat Tiba di DPR Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa
-
Cara Menata Ruang Kerja di Rumah agar Tetap Produktif Saat WFH
-
Pencarian 7 Hari Berakhir, Pria Terpeleset di Sungai Lae Une Ditemukan Tewas
-
Pegadaian Bagi Tiket VIP Gratis Konser Dewa 19 di Medan, Begini Cara Mendapatkannya!
-
Jadwal Misa Kamis Putih 2026 di Katedral Jakarta, Lengkap dengan Tata Tertib dan Lokasi Parkir