- Bencana banjir bandang melanda Desa Huta Godang, Tapsel, Sumatera Utara pada akhir November 2025, memicu trauma warga.
- Sejumlah warga, termasuk Jusni dan Monang, mulai memperbaiki rumah rusak mereka secara mandiri pascabencana tersebut.
- Warga menghadapi kendala ekonomi dan psikologis sambil meminjam dana untuk percepatan perbaikan rumah mereka.
SuaraSumut.id - Bencana banjir bandang di Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, pada akhir November 2025 menyisakan luka mendalam bagi warga. Namun di tengah keterbatasan dan trauma, semangat untuk bangkit perlahan kembali tumbuh.
Sebagian warga kini mulai membangun dan memperbaiki rumah mereka secara mandiri, meski harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan psikologis.
Salah satu warga, Jusni (50), memilih untuk memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak usai diterjang banjir bandang.
“Rumah memang rusak cukup parah, atap dan tembok sudah hilang,” katanya melansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Jusni mengaku hampir tiga bulan setelah bencana banjir bandang itu, ia bersama keluarganya mengungsi ke tenda darurat, dan kini sudah merasa kurang nyaman.
Untuk itu, dia lebih memilih untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir bandang tersebut, sehingga dapat kembali ditempati keluarganya.
"Kalau was-was pasti, jadi anak dan istri masih di tempat pengungsian ketika hujan turun," ujar Jusni.
Lebih lanjut, dia juga mengaku meminjam sejumlah uang kepada sanak saudara untuk memperbaiki rumahnya yang rusak agar dapat ditempati sesegera mungkin.
Selain Jusni, warga lain yang juga memperbaiki rumahnya sendiri, yaitu Monang. Setelah pemerintah memperbaiki aliran Sungai Anggoli, ia mengaku langsung bergerak untuk memperbaiki rumahnya.
"Semoga setelah diperbaiki, tidak ada lagi bencana. Kami ingin hidup seperti dahulu," ungkap Monang.
Selain memperbaiki rumah, warga juga berupaya kembali mendirikan rumah mereka dengan menggunakan bahan-bahan ala kadarnya, seperti papan kayu.
Berita Terkait
-
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
-
Prabowo: Respons Kita di NTT Sangat Cepat dan Masif, Negara Hadir
-
ICW Soroti Pengadaan Merpati Istana Rp305 Juta, Bandingkan Nihilnya Anggaran Bencana
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Prabowo Bakal Datang ke NTT, Istana: Dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
DFSK E5 Plus 'Tancap Gas' di Medan: Canggih, Nyaman dan Sangat Irit
-
Karhutla di Padang Lawas Utara, 5 Hektare Lahan Terbakar
-
Pencuri Motor Ojol Wanita Disabilitas di Medan Ditangkap, Kaki Ditembak
-
Budi Arie Bicara Wacana Percepatan Pemilu, Gerindra: Prabowo Fokus Kerja untuk Rakyat
-
Memulai Coffee Shop Tidak Harus Besar, Ini Peralatan yang Wajib Disiapkan