Suhardiman
Kamis, 19 Februari 2026 | 14:05 WIB
Seorang warga memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Khaerul Izan. T
Baca 10 detik
  • Bencana banjir bandang melanda Desa Huta Godang, Tapsel, Sumatera Utara pada akhir November 2025, memicu trauma warga.
  • Sejumlah warga, termasuk Jusni dan Monang, mulai memperbaiki rumah rusak mereka secara mandiri pascabencana tersebut.
  • Warga menghadapi kendala ekonomi dan psikologis sambil meminjam dana untuk percepatan perbaikan rumah mereka.

SuaraSumut.id - Bencana banjir bandang di Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, pada akhir November 2025 menyisakan luka mendalam bagi warga. Namun di tengah keterbatasan dan trauma, semangat untuk bangkit perlahan kembali tumbuh.

Sebagian warga kini mulai membangun dan memperbaiki rumah mereka secara mandiri, meski harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan psikologis.

Salah satu warga, Jusni (50), memilih untuk memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak usai diterjang banjir bandang.

“Rumah memang rusak cukup parah, atap dan tembok sudah hilang,” katanya melansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Jusni mengaku hampir tiga bulan setelah bencana banjir bandang itu, ia bersama keluarganya mengungsi ke tenda darurat, dan kini sudah merasa kurang nyaman.

Untuk itu, dia lebih memilih untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir bandang tersebut, sehingga dapat kembali ditempati keluarganya.

"Kalau was-was pasti, jadi anak dan istri masih di tempat pengungsian ketika hujan turun," ujar Jusni.

Lebih lanjut, dia juga mengaku meminjam sejumlah uang kepada sanak saudara untuk memperbaiki rumahnya yang rusak agar dapat ditempati sesegera mungkin.

Selain Jusni, warga lain yang juga memperbaiki rumahnya sendiri, yaitu Monang. Setelah pemerintah memperbaiki aliran Sungai Anggoli, ia mengaku langsung bergerak untuk memperbaiki rumahnya.

"Semoga setelah diperbaiki, tidak ada lagi bencana. Kami ingin hidup seperti dahulu," ungkap Monang.

Selain memperbaiki rumah, warga juga berupaya kembali mendirikan rumah mereka dengan menggunakan bahan-bahan ala kadarnya, seperti papan kayu.

Load More