- Candaan lawas Ramadan populer karena memberikan tawa ringan yang mencairkan suasana selama berpuasa.
- Beberapa lelucon populer muncul dari kondisi lapar seperti menyamakan kecoa dengan kurma atau menghitung hari.
- Humor sederhana ini berfungsi sebagai pengikat nostalgia serta menciptakan kebersamaan di momen Ramadan.
SuaraSumut.id - Ramadan selalu punya cerita. Selain momen ibadah, sahur, ngabuburit, hingga bukber, ada satu hal yang nyaris tak pernah absen: jokes receh. Meski terkesan sederhana, bahkan cenderung “basi”, candaan lawas bertema Ramadan ini justru punya daya tahan luar biasa.
Dari generasi ke generasi, lelucon ini tetap dipakai baik di tongkrongan, grup WhatsApp keluarga, sampai media sosial. Kenapa? Karena kadang yang kita butuhkan saat puasa bukan humor cerdas tingkat tinggi, tapi tawa ringan yang bikin suasana cair.
Berikut jokes receh lawas Ramadan yang masih sering dipakai hingga sekarang dan entah kenapa, tetap bikin senyum tipis.
1. “Gak terasa ya, lebaran tinggal 29 hari lagi”
Ini adalah candaan klasik di hari pertama puasa. Kalimat ini biasanya muncul saat seseorang mulai mengeluh lapar atau menghitung waktu berbuka. Humornya sederhana: puasa baru dimulai, tapi sudah terasa lama. Justru di situlah letak kelucuannya, realistis, tapi dibungkus dengan nada santai.
2. “Siang-siang begini hati-hati deh, lihat kecoa kok mirip kurma ya”
Saat perut kosong dan energi menurun, imajinasi kadang jadi liar. Benda apa pun bisa terlihat seperti makanan. Jokes ini menggambarkan kondisi “halu” khas orang puasa. Kurma memang identik dengan Ramadan, jadi ketika benda lain terlihat seperti kurma, itu jadi bahan candaan yang relatable.
3. “Puasa-puasa begini kirain lihat Sirup Marjan, ternyata Sunlight”
Botolnya mirip, warnanya kadang menggoda. Tapi satu untuk berbuka, satu lagi untuk cuci piring. Lelucon ini sering muncul di dapur atau supermarket menjelang Ramadan, saat rak sirup penuh warna-warni. Efeknya? Tawa ringan plus pengingat agar jangan salah ambil.
4. “Berbuka sama yang setia, karena yang manis belum tentu setia”
Ini versi receh dari nasihat kehidupan. Awalnya terdengar seperti petuah bijak, tapi ujungnya tetap humoris.
Biasanya dipakai saat ada yang membahas takjil manis atau sirup favorit. Tiba-tiba saja, obrolan takjil berubah jadi filosofi cinta ala Ramadan.
5. “Mau buka puasa cepat? Azan sendiri”
Kalimat ini sering muncul saat menit-menit terakhir menjelang magrib terasa sangat lama.Tentu saja ini hanya candaan. Justru karena mustahil dilakukan, humor ini jadi lucu. Intinya: sabar adalah kunci, walau perut sudah konser.
Di tengah kesibukan dan dinamika hidup yang terus berubah, humor sederhana seperti ini justru jadi pengikat nostalgia.
Berita Terkait
-
Gwaenchana Berubah Jadi Kereta Kencana? Belajar Bahasa Korea ala Mun Ssaem yang Bikin Ngakak!
-
Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya: Belajar Tertawa di Tengah Luka
-
Lemomo Gandeng GIMF dalam Program Ramadan, Dorong Dampak Sosial dan Ekonomi
-
Ramadan Bikin Belanja Online Makin Ngebut, Tren Cashback Jadi Andalan Pengguna
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
BRI Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Lewat Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
140 Situs Budaya Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel, Kerugian Mencapai 837 Miliar
-
Jangan Anggap Sepele! Ini Cara Mencegah Kucing Terkena Kutu
-
20 Tahun Beroperasi, Ki Bedil Penjual Senpi Ilegal Ditangkap Polisi
-
DPR Puji Progres Kementerian Imipas Benahi Masalah Lapas