- Perubahan pola tidur Ramadan sering memicu insomnia karena gangguan ritme sirkadian akibat sahur dan ibadah malam.
- Mengatasi insomnia perlu konsistensi waktu tidur, membatasi kafein, dan optimalkan kualitas serta nutrisi saat sahur.
- Strategi tambahan meliputi pemanfaatan tidur siang singkat, paparan sinar matahari pagi, serta lingkungan tidur yang nyaman.
SuaraSumut.id - Perubahan pola tidur selama bulan Ramadan sering kali memicu insomnia akibat jadwal tidur berubah. Aktivitas sahur di dini hari, ibadah malam, serta penyesuaian jam kerja membuat ritme sirkadian tubuh terganggu.
Akibatnya, banyak orang mengalami sulit tidur, sering terbangun, atau merasa tidak segar saat bangun pagi. Lalu, bagaimana cara mengatasi insomnia selama Ramadan secara efektif dan tetap menjaga kualitas ibadah serta produktivitas?
Cara Mengatasi Insomnia Akibat Jadwal Tidur Berubah Selama Ramadan
1. Atur Pola Tidur yang Konsisten
Kunci utama mengatasi insomnia adalah menjaga konsistensi waktu tidur. Cobalah:
- Tidur lebih awal setelah tarawih
- Membatasi aktivitas layar 30–60 menit sebelum tidur
- Mengatur alarm sahur dengan waktu yang sama setiap hari
Konsistensi membantu tubuh beradaptasi dengan pola baru.
2. Batasi Konsumsi Kafein dan Gula
Minuman seperti kopi, teh, dan minuman manis setelah berbuka dapat memperburuk insomnia. Hindari konsumsi kafein minimal 6 jam sebelum tidur. Sebagai gantinya, pilih air putih, susu hangat, atau teh herbal yang membantu relaksasi.
3. Optimalkan Kualitas Sahur
Sahur yang sehat membantu menjaga energi sepanjang hari dan mencegah kelelahan berlebihan yang memicu gangguan tidur. Pilih makanan:
- Karbohidrat kompleks (oat, nasi merah)
- Protein (telur, ayam, tahu)
- Serat (sayur dan buah)
- Air putih yang cukup
Hindari makanan terlalu pedas atau berminyak karena dapat menyebabkan gangguan lambung yang mengganggu tidur.
4. Manfaatkan Power Nap Secara Bijak
Tidur siang 20–30 menit (power nap) dapat meningkatkan fokus tanpa mengganggu tidur malam. Hindari tidur siang lebih dari 1 jam karena dapat memperparah insomnia.
5. Paparan Sinar Matahari Pagi
Paparan sinar matahari pagi membantu mengatur ulang ritme sirkadian. Luangkan waktu 10–15 menit di luar ruangan setelah subuh untuk membantu tubuh membedakan waktu aktif dan waktu istirahat.
Berita Terkait
-
Jajal Genre Pop Akustik! RIIZE Umumkan Judul Single Terbaru, Insomnia
-
Penyebab Mimpi Tindihan Tidak Bisa Bergerak Menurut Medis dan Primbon, Ini Cara Mengatasinya
-
Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis
-
5 Kebiasaan Tidur yang Bisa Bikin Wajah Awet Muda di Usia 50-an
-
6 Aturan Posisi Tempat Tidur untuk Menjaga Kualitas Tidur Menurut Feng Shui
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit