- Bencana banjir Aceh Tamiang melumpuhkan infrastruktur, mendorong tim IOH memulihkan jaringan telekomunikasi vital.
- Prioritas utama pemulihan adalah site Big Hub (KRB 0012) Kuala Simpang karena mengendalikan 12 BTS lain.
- Jaringan di site vital tersebut berhasil dipulihkan dalam waktu 8 hari meskipun terkendala kabel fiber optik terputus.
SuaraSumut.id - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan sejumlah infrastruktur vital, termasuk jaringan telekomunikasi.
Dalam situasi darurat seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga melakukan koordinasi bantuan.
Di tengah kondisi yang penuh tantangan tersebut, tim teknis Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bekerja tanpa henti untuk memulihkan jaringan telekomunikasi yang terdampak. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran krusial saat bencana terjadi.
Banjir menyebabkan beberapa Base Transceiver Station (BTS) terdampak. Tingginya genangan air membuat suplai listrik terganggu serta menyulitkan akses teknisi menuju lokasi perangkat jaringan.
Di balik pulihnya jaringan telekomunikasi pasca-banjir, terdapat perjuangan besar dari tim teknologi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Fokus utama mereka saat itu adalah menghidupkan kembali "si kepala", yakni site kategori Big Hub yang berfungsi sebagai pusat kendali jaringan di wilayah tersebut.
Agus Sulistio selaku EVP - Head of Circle Sumatra menjelaskan bahwa site KRB 0012 di Kuala Simpang menjadi titik vital karena berperan sebagai Big Hub yang mengendalikan 12 site BTS lainnya.
"Prioritas utama kami saat bencana adalah menghidupkan 'kepalanya' dulu. Jika Big Hub ini hidup, maka 12 situs 'anakan' yang bergantung padanya akan ikut menyala," kata Agus saat meninjau lokasi BTS Kuala Simpang, dalam rangkaian Ekspedisi Jaringan Andal, Kamis 5 Maret 2026.
Tantangan Memperbaiki Kabel Fiber di Tengah Banjir
Meski site KRB 0012 tidak terendam langsung oleh banjir, proses pemulihan tetap menghadapi kendala besar. Salah satu tantangan terbesar adalah terputusnya kabel fiber optik. Dalam kondisi wilayah yang masih tergenang air, proses identifikasi titik putus kabel menjadi sangat sulit.
Tim teknis pun harus turun langsung ke lapangan bersama berbagai mitra strategis untuk melakukan perbaikan jaringan.
“Kendalanya adalah fiber kita putus. Dalam kondisi banjir, sangat sulit mengidentifikasi titik kerusakan. Namun karena komunikasi warga sangat penting, kami bersama tim MSW, MSOS, TLP, dan FLP langsung turun ke lokasi,” ujarnya.
Jaringan Pulih Dalam 8 Hari
Berkat kerja keras tim teknis dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, jaringan di site KRB 0012 dapat dipulihkan dalam waktu 8 hari. Proses pemulihan ini bahkan menjadi salah satu yang tercepat di jaringan Indosat Ooredoo Hutchison pascabencana.
Pemulihan Big Hub ini berdampak besar karena satu site tersebut mampu melayani sekitar 800 pelanggan, belum termasuk ribuan pelanggan lain melalui 12 site anakannya.
Berita Terkait
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
Kawal Pembangunan Jaringan Air Perpipaan Bentuk Komitmen DPRD DKI
-
400 Kota Terkoneksi dan 5G Blanket Mulai Digelar, Smartfren Perkuat Dominasi Jaringan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap
-
Gara-gara Baju Ketat! 46 Warga Aceh Barat Terjaring Razia, Langgar Aturan Busana Syariat