- Kadis Pertanian Aceh Jaya Dailami menyatakan 386 hektare sawah mengalami kekeringan pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Kekeringan akibat kemarau panjang tersebut tersebar di empat kecamatan yaitu Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, dan Sampoiniet.
- Pemerintah mengatasi dampak kekeringan melalui pemanfaatan pompa portabel, kelompok tani, sumur bor APBN, irigasi perpipaan, dan dam parit.
SuaraSumut.id - 386 hektare lebih lahan persawahan masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
"Untuk lahan sawah di Aceh Jaya yang sudah mulai kekeringan akibat kemarau sekitar 386 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, melansir Antara, Kamis, 30 Juli 2026.
Sawah yang mulai kekeringan di masa awal tanam. Tanah ini tersebar di empat kecamatan yakni Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah dan Sampoiniet.
"Untuk saat ini memang rata-rata sedang musim olah tanah, hanya satu titik yaitu Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti yang sudah tanam dan mengalami kekeringan," ujarnya.
Terkait hal ini, pemerintah sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan tersebut salah satunya dengan memfungsikan pompa-pompa yang tersedia pada brigade pangan Aceh Jaya.
"Untuk saat ini setiap kecamatan ada brigade pangan dan setiap brigade pangan mempunyai empat pompa portabel, pompa itu nantinya diberikan untuk sawah yang mengalami kekeringan khususnya sawah sudah ditanam," ucapnya.
Selain itu, pompa yang ada pada setiap kelompok tani di Aceh Jaya juga bakal difungsikan serta dapat dipinjam pakaikan oleh petani lainnya jika memiliki sumber air.
Kemudian, lanjut dia, tahun ini pemerintah Aceh Jaya juga mengalokasikan sumur bor atau irigasi perpompaan yang bersumber dari APBN di beberapa titik, tetapi masih dalam tahapan pengeboran.
"Kita berharap kepada seluruh petani agar lebih produktif dan proaktif serta kerjasama yang baik baik dengan dinas maupun dengan penyuluh dalam mengantisipasi kekeringan saat ini," ujarnya.
Tak hanya itu, tambah Dailami, pihaknya tahun ini juga membangun irigasi perpipaan (IRPIP), hingga pembangunan Dam parit sawah.
"Kesemuanya merupakan langkah antisipasi yang sudah direncanakan dalam menghadapi kekeringan pada tahun ini," kata Dailami.
Berita Terkait
-
Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih
-
Ancaman El Nino Sangat Kuat, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Akurat Mitigasi
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
Terkini
-
386 Hektare Lahan Sawah di Aceh Jaya Alami Kekeringan
-
30 Lebih Kepala KUA di Sumut Dicopot
-
Viral Pria di Deli Serdang Digeruduk Warga, Diduga Nistakan Agama Lewat Medsos
-
BRIvolution Reignite Kian Agresif, BRI Perluas Kontribusi bagi Perekonomian Nasional
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan