- Stok beras Perum Bulog Kanwil Sumut mencapai 54.250 ton, cukup penuhi bantuan pangan dan SPHP.
- Ketersediaan ini mencukupi kebutuhan hingga dua bulan ke depan, ditambah pasokan 31 ribu ton dari Jakarta.
- Bulog Sumut juga menyerap gabah petani dari Langkat, Deli Serdang, dan wilayah lain untuk menambah stok.
SuaraSumut.id - Ketersediaan beras di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan masih dalam kondisi aman. Perum Bulog Kanwil Sumut mencatat stok beras yang tersimpan di gudang mencapai 54.250 ton, cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat.
“Stok beras yang tersedia cukup untuk memenuhi program bantuan pangan maupun penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada sejumlah mitra,” kata Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto, melansir Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
Untuk penyaluran bantuan pangan dibutuhkan sekitar 35.000 ton beras bagi 1,7 juta penerima manfaat untuk alokasi Februari–Maret 2026, sementara sisanya digunakan untuk program SPHP dan lainnya.
Menurut Budi, stok beras di gudang Bulog tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok di Sumut hingga dua bulan ke depan.
“Ditambah ke depan adanya pasokan beras dari Jakarta sebanyak 31 ribu ton yang dikirim secara bertahap untuk memperkuat stok,” ujarnya.
Ia mengatakan penambahan pasokan dari pusat tersebut membuat stok beras di gudang Bulog Sumut semakin kuat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak khawatir terhadap dalam ketersediaan bahan pokok.
Di sisi lain, Bulog Sumut juga menyerap gabah kering panen dari petani di berbagai daerah sebagai upaya menambah stok pangan.
Penyerapan tersebut dilakukan seiring aktivitas panen petani di sejumlah daerah. Untuk itu, pihaknya menyiapkan tim serap gabah selama libur Lebaran.
Menurutnya, ondisi gabah relatif cepat kering karena sebagian besar wilayah Sumut mengalami musim kemarau. Oleh karena itu, petani diimbau segera memanen padi saat sudah waktunya agar hasil yang diperoleh maksimal.
Baca Juga: Penyaluran Bantuan Pangan Sumut Rampung, 844 Ribu KPM Terima Beras dan Minyak Goreng
Penyerapan gabah kering panen tersebut berasal dari sejumlah daerah di Sumut, antara lain Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Batu Bara.
Berita Terkait
-
SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?
-
Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini
-
Polemik Beras Fortifikasi: Kesalahan Produsen atau Pengalihan Isu kenaikan Harga?
-
3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea
-
Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mahasiswi USU Meninggal di Kamar Kos, Pihak Kampus Tindaklanjuti Dugaan Bullying
-
Temuan Tim Audit Eksternal Kematian Eks Istri Polisi di Medan, Desak Ekshumasi-Penyidikan Diproses
-
BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi Strategis, Tukar Valas Jadi Lebih Mudah
-
Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut
-
Indosat 5G Bikin Aktivitas Digital di Medan Lancar