- Iran mengajukan lima syarat jaminan kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan untuk melanjutkan kembali perundingan diplomatik resmi.
- Syarat tersebut mencakup penghentian perang, pencabutan sanksi, pencairan aset, kompensasi kerusakan, serta pengakuan kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
- Tuntutan ini disampaikan sebagai tanggapan atas proposal Amerika Serikat yang dianggap memberatkan dan memicu ketidakpercayaan di pihak Iran.
SuaraSumut.id - Iran dikabarkan mengajukan lima syarat sebelum bersedia melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat.
Langkah ini disebut sebagai upaya Teheran untuk membangun kembali kepercayaan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kantor Berita Fars mengungkapkan, Iran menilai syarat-syarat itu sebagai "jaminan minimum" yang harus dipenuhi sebelum negosiasi lanjutan dengan Washington kembali dilakukan.
Iran meminta penghentian perang di seluruh wilayah konflik, khususnya Lebanon.
Selain itu, Teheran juga menuntut pencabutan sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, kompensasi atas kerusakan perang, serta pengakuan atas hak kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Iran juga telah menyampaikan kepada Pakistan, selaku mediator, bahwa keberlanjutan blokade laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata semakin meningkatkan rasa ketidakpercayaan Iran untuk melakukan pembicaraan terbaru soal negosiasi dengan AS, menurut sumber tersebut.
Laporan tersebut menambahkan tuntutan Iran itu semata-mata demi menciptakan kepercayaan untuk kembali ke meja perundingan. Teheran pun meyakini negosiasi tak dapat dimulai tanpa perwujudan konkret atas kelima syarat tersebut.
Menurut Fars, kelima syarat dari Iran tersebut diajukan sebagai balasan atas 14 poin usulan dari pihak Amerika. Usulan Amerika dinilai terlalu berat sebelah dan hanya sebagai upaya mengamankan tujuan yang gagal dicapai dalam perang.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari yang memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di Teluk Persia hingga blokade Selat Hormuz.
Gencatan senjata pun berhasil tercapai pada 8 April lewat mediasi Pakistan. Namun kemudian, negosiasi yang berjalan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Trump hingga waktu yang tak ditentukan.
Pada Minggu (10/5), Iran menyampaikan kepada Pakistan atas respons mereka terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump menyebut respons Iran itu benar-benar tak dapat diterima. [Antara]
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Menguat Dua Hari Beruntun, Inflasi Ancam Ekonomi AS
-
Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas
-
Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz
-
Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas
-
Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
2 Pembunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ternyata Buruh Bangunan, Pernah Kerja di Rumah Korban
-
Eks Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Massa Pemulung Nilai PT DPM Tak Hormati Proses Hukum
-
Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic
-
2 Pelaku Perampokan-Pembunuhan Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ditangkap