- Riset Google Quantum AI pada 31 Maret 2026 memproyeksikan komputer kuantum canggih mampu membobol keamanan kriptografi Bitcoin dalam sembilan menit.
- Ancaman tersebut belum terjadi saat ini karena ketersediaan komputer kuantum berskala besar yang stabil masih dalam tahap pengembangan.
- Pengembang Bitcoin mulai merancang upgrade protokol menuju kriptografi tahan kuantum guna memitigasi risiko keamanan di masa depan secara bertahap.
Namun, ia menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan pada proses adopsi di jaringan yang terdesentralisasi.
“Upgrade seperti ini tidak bisa cepat, karena butuh konsensus global. Bahkan ada diskusi ekstrem seperti kemungkinan migrasi paksa atau pembatasan terhadap koin lama, yang tentu sangat sensitif,” katanya.
Menurutnya, proses menuju sistem yang benar-benar tahan kuantum akan memakan waktu bertahun-tahun. Dalam dekade ini ancaman masih belum praktis karena keterbatasan hardware, tetapi memasuki periode 2030–2035 risiko mulai meningkat seiring kemajuan stabilitas qubit, dan berpotensi menjadi serius pada 2035–2045 jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan secara efektif terhadap ECDSA-256.
“Secara realistis, ini bukan upgrade yang selesai dalam satu atau dua tahun. Bisa lima sampai tujuh tahun sampai matang. Jadi waktunya masih ada, tapi tidak panjang jika melihat arah perkembangan teknologi kuantum itu sendiri,” katanya.
Berita Terkait
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Bukan Sekadar Regulasi, Ini Alasan Aparat Penegak Hukum Wajib Paham Blockchain
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Limbah Kayu Pantai Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor oleh Wayan
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Duh! Motor Dinas N-Max Hilang, Keuchik Pasi Aceh Baroh Wajib Ganti Rp33,4 Juta
-
Tragedi Berdarah di Labusel, Remaja 17 Tahun Tewas Diduga Ditikam Ayah dan Anak
-
Pelarian Perampok Angkot di Medan Berakhir, 2 Pelaku Dibekuk di Samosir dan Jambi