Suhardiman
Rabu, 01 April 2026 | 14:14 WIB
Pengamat aset kripto Vinsensius Sitepu. [Ist]
Baca 10 detik
  • Riset Google Quantum AI pada 31 Maret 2026 memproyeksikan komputer kuantum canggih mampu membobol keamanan kriptografi Bitcoin dalam sembilan menit.
  • Ancaman tersebut belum terjadi saat ini karena ketersediaan komputer kuantum berskala besar yang stabil masih dalam tahap pengembangan.
  • Pengembang Bitcoin mulai merancang upgrade protokol menuju kriptografi tahan kuantum guna memitigasi risiko keamanan di masa depan secara bertahap.

Namun, ia menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan pada proses adopsi di jaringan yang terdesentralisasi.

“Upgrade seperti ini tidak bisa cepat, karena butuh konsensus global. Bahkan ada diskusi ekstrem seperti kemungkinan migrasi paksa atau pembatasan terhadap koin lama, yang tentu sangat sensitif,” katanya.

Menurutnya, proses menuju sistem yang benar-benar tahan kuantum akan memakan waktu bertahun-tahun. Dalam dekade ini ancaman masih belum praktis karena keterbatasan hardware, tetapi memasuki periode 2030–2035 risiko mulai meningkat seiring kemajuan stabilitas qubit, dan berpotensi menjadi serius pada 2035–2045 jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan secara efektif terhadap ECDSA-256.

“Secara realistis, ini bukan upgrade yang selesai dalam satu atau dua tahun. Bisa lima sampai tujuh tahun sampai matang. Jadi waktunya masih ada, tapi tidak panjang jika melihat arah perkembangan teknologi kuantum itu sendiri,” katanya.

Load More