- Narapidana korupsi Supriadi kedapatan mampir ke sebuah coffee shop di Kendari saat dikawal petugas seusai menjalani sidang.
- Karutan Kelas IIA Kendari mengakui pelanggaran SOP yang dilakukan petugas pengawal saat membawa warga binaan tersebut.
- Pihak Rutan memberikan sanksi mutasi jabatan bagi petugas lalai serta menempatkan narapidana ke sel isolasi khusus.
SuaraSumut.id - Video yang memperlihatkan seorang narapidana kasus pertambangan di Sulawesi Tenggara, bernama Supriadi kedapatan singgah di coffe shop usai sidangpeninjauan kembali (PK) viral di media sosial.
Kedatangan Supriadi ke coffee shop tersebut dikawal oleh petugas keamanan rumah tahanan (Rutan) Kendari.
Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran mengatakan pihaknya mengakui adanya pelanggaran SOP terhadap petugasnya inisial Y saat mengawal Supriadi.
Seharusnya sipir yang mengawal harus membawa napi tersebut kembali ke Rutan usai melangsungkan sidang. Namun, yang bersangkutan diberi kesempatan untuk singgah di kedai kopi.
"Kami ingin memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar luas mengenai warga binaan yang kedapatan sedang ngopi di sebuah kedai. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Rikie, melansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
Rikie berdalih saat peristiwa terjadi ia sedang menjalankan perjalanan dinas ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Tangerang.
Saat mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung mengarahkan jajaran untuk membentuk tim pemeriksa guna melakukan investigasi mendalam terhadap warga binaan maupun petugas pengawal yang bersangkutan. Rikie juga telah melaporkan insiden ini secara berjenjang kepada pimpinan di Kantor Wilayah Ditjenpas Sultra.
"Setelah saya kembali, warga binaan dan pengawalnya langsung kami BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Hasil pemeriksaan memang menunjukkan adanya pelanggaran prosedur operasional standar dalam pengawalan," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kedisiplinan dan integritas, Rikie mengambil tindakan tegas tanpa toleransi. Petugas pengawal yang dinilai lalai dijatuhi sanksi berupa pemecatan dari jabatan semula dan langsung dipindahtugaskan ke Kantor Wilayah Ditjenpas Sultra untuk pembinaan.
"Sementara untuk warga binaan yang bersangkutan, hari ini juga kami pindahkan ke Lapas Kelas IIA Kendari dan langsung ditempatkan di sel isolasi," jelas Rikie.
Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pesan kuat bahwa setiap pelanggaran sekecil apa pun akan ditindak tegas sesuai regulasi yang berlaku.
Berita Terkait
-
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Picu Inflasi di Sulawesi Tenggara
-
Seorang Vokalis Band Ditangkap, Diduga Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?
-
Teluk Kendari Keruh Akibat Banjir, Sedimentasi Kian Mengkhawatirkan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
1 Lagi Korban Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan Tewas
-
BRI Perkuat Sinergi dengan OJK dan Kemkomdigi Berantas Scam serta Judi Online
-
Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan, 1 Ditemukan Tewas