- Pelajar di Kelurahan Kampung Baru, Medan, mempertaruhkan nyawa menyeberangi pipa air demi berangkat ke sekolah setiap harinya.
- Jembatan peninggalan Belanda yang menjadi akses utama penghubung antar kecamatan tersebut telah rusak total sejak tahun 2024.
- Masyarakat mendesak pemerintah segera membangun kembali jembatan yang layak agar akses pendidikan dan mobilitas warga menjadi aman.
SuaraSumut.id - Sejumlah pelajar di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi bisa berangkat ke sekolah.
Mereka nekat melintasi pipa air yang membentang di atas aliran sungai, menggantikan fungsi jembatan yang telah lama rusak.
Aksi berbahaya itu terjadi di pinggiran Sungai Deli, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Pipa air dari material besi yang sempit dan licin menjadi satu-satunya akses cepat bagi warga, termasuk pelajar, untuk menuju wilayah seberang.
Kepala Lingkungan 21 Kelurahan Kampung Baru, Lestari menyebutkan, masih ada anak-anak yang memilih jalur ekstrem tersebut meski risikonya tinggi.
“Ada beberapa murid yang nekat melintasi jalan ini. Mungkin karena tidak ada ongkos atau uang transportasi tidak dimanfaatkan,” katanya kepada SuaraSumut.id, Jumat 17 April 2026.
Ia menjelaskan di lokasi tersebut dulunya terdapat jembatan besi kereta api yang dibangun Belanda. Namun jembatan itu akhirnya lenyap dimakan waktu.
Sebelum jembatan ambruk, akses tersebut masih bisa dilalui warga dengan berjalan kaki. Bahkan sepeda motor bisa lewat dengan cara didorong.
Lambat laun kondisi jembatan yang sudah tua, bahkan disebut berasal dari zaman kolonial, membuatnya akhirnya tidak lagi layak digunakan. Warga dan pelajar akhirnya terpaksa melewati pipa air.
“Dulu sebelum rubuh ada jembatan. Jalan kaki bisa, kereta (sepeda motor) bisa didorong, tapi tidak bisa dinaiki. Jembatan itu sudah lama sekali, dari zaman Belanda,” katanya.
Menurutnya, pemerintah dan warga sebenarnya telah berupaya mencegah aktivitas berbahaya tersebut. Garis pembatas hingga palang telah dipasang agar tidak ada yang melintas. Akan tetapi, karena jalur itu merupakan akses tercepat, masih ada warga yang nekat melewatinya.
“Sudah dipasang garis dan palang untuk tidak dilewati. Tapi warga masih ada yang nekat karena ini lintasan cepat,” ungkapnya.
Sejak tahun 2024, jembatan tersebut dipastikan tidak bisa digunakan sama sekali. Padahal, jalur itu menghubungkan dua kecamatan penting, yakni kawasan Kampung Baru dengan wilayah Johor dan Polonia.
“Ini menghubungkan dua kecamatan. Harapan masyarakat, jembatan itu dibangun kembali karena ini jalur utama,” katanya.
Warga kini berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun kembali jembatan yang layak dan aman.
Pasalnya, kondisi saat ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan pelajar yang harus berjuang demi mendapatkan pendidikan.
Berita Terkait
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
-
Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir