Suhardiman
Minggu, 19 April 2026 | 13:18 WIB
Wanita yang membawa sajam di toko PStore diamankan polisi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang wanita berinisial AP mengamuk dan mengancam karyawan toko PStore di Medan menggunakan parang pada April 2026.
  • Aksi tersebut dipicu kekecewaan pelaku karena merasa tertipu setelah mengalami kerugian Rp10 juta akibat promosi iPhone palsu.
  • Pelaku kini telah diamankan oleh pihak Polsek Medan Kota untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut terkait tindakannya.

SuaraSumut.id - Seorang perempuan pembeli handphone berinisial AP (28) mengancam karyawan toko ponsel di Medan, viral di media sosial.

Dalam video tampak wanita tersebut tampak membawa senjata tajam dan meluapkan emosinya kepada karyawan toko PStore.  Aksi tersebut pun sempat membuat panik orang-orang di sekitar lokasi.

Kejadian tersebut dipicu rasa kecewa pelaku yang mengaku merasa tertipu setelah membeli iPhone promo dari toko tersebut melalui media sosial.

Kini, AP telah diamankan di Polsek Medan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku mengaku mengancam korban karena merasa tertipu dengan toko Ps Store," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan kepada SuaraSumut.id, Minggu, 19 April 2026.

Poltak mengatakan, awalnya AP melihat promosi iPhone 13 dengan harga Rp2.000.000 di media sosial PStore. Tertarik dengan penawaran tersebut, ia langsung mentransfer uang sesuai nominal yang diminta.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, pihak toko kembali meminta tambahan dana sebesar Rp3.500.000 dengan alasan sebagai jaminan.

Tidak berhenti di situ, permintaan uang terus berlanjut hingga total kerugian yang dialami AP mencapai Rp10 juta. Meski sudah mengirim sejumlah uang, ponsel yang dijanjikan tak kunjung diterima.

"Pelaku mentransfer dan dimintai lagi sampai kerugiannya Rp 10 juta. Tapi, HP yang sudah dipesan tidak kunjung datang," ujar Poltak.

Merasa kesal dan dirugikan, AP akhirnya mendatangi langsung toko tersebut untuk meminta uangnya dikembalikan.

Di lokasi, ia bertemu dengan salah seorang karyawan toko bernama Adelia Nurhamdah (26), warga Jalan Selamat, Kecamatan Medan Amplas.

Pertemuan itu berubah menjadi cekcok panas. Dalam emosi yang memuncak, AP mengambil parang dari dalam tasnya dan mengancam korban.

"Pelaku mengambil parang di dalam tasnya dan mengancam korban dengan berkata 'penipu kalian semua, kembalikan uang aku'," sebut Poltak.

Beruntung, aksi tersebut segera dihentikan oleh petugas keamanan bersama warga sekitar sebelum situasi semakin memburuk.

Pihak sekuriti kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Kota dan menyerahkan pelaku kepada polisi.

Load More