Suhardiman
Minggu, 26 April 2026 | 11:02 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad pelajar yang hanyut saat mandi-mandi di Sungai Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. [Ist]
Baca 10 detik
  • Dua pelajar SMA bernama Andini dan Rasha hanyut terbawa arus Sungai Bingei, Langkat, pada Jumat, 24 April 2026.
  • Tim SAR Medan melakukan pencarian intensif setelah korban dilaporkan hilang saat berenang bersama rekan-rekannya di lokasi tersebut.
  • Kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

SuaraSumut.id - Dua pelajar SMA dilaporkan hanyut saat mandi-mandi di Sungai Bingei, Desa Namo Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Setelah dilakukan pencarian, pelajar tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kedua korban adalah Andini Natasya (18) dan Rasha (18).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, kejadian bermula saat korban bersama rekan-rekannya berenang di sungai itu usai pulang sekolah pada Jumat, 24 April 2026. Namun, arus sungai diduga cukup deras membuat keduanya hanyut.

"Kedua korban terseret arus dan hanyut," katanya, Minggu, 26 April 2026.

Warga setempat yang mengetahui kejadian itu sempat mencari korban, namun tidak berhasil ditemukan. Kejadian ini lalu dilaporkan ke pihak berwenang dan Basarnas Medan.

Setelah menerima laporan, tim SAR diturunkan ke lokasi untuk mencari para korban.

Pencarian pun membuahkan hasil. Korban Andini ditemukan pada Sabtu, 25 April 2025 pukul 02.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan meninggal dunia dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian," ungkapnya.

Pencarian korban kedua pun dilanjutkan. Sekira pukul 13.15 WIB, tim SAR menemukan Rasha sekitar 10 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

Usai ditemukan, jasad kedua korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

"Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," katanya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More