- Kompol DK asal Polda Sumut ditempatkan khusus usai video dirinya diduga mengisap vape narkoba viral di media sosial.
- Peristiwa yang terjadi pada 2025 tersebut diklaim Kompol DK sebagai bagian dari kegiatan penyelidikan kepolisian bersama informan.
- Bidpropam Polda Sumut sedang mendalami kasus melalui pemeriksaan laboratorium serta klarifikasi saksi untuk memastikan adanya pelanggaran etik.
SuaraSumut.id - Sebuah video yang menampilkan oknum polisi di Sumatera Utara (Sumut), Kompol DK diduga mengisap vape narkoba viral di media sosial.
Dilihat dari unggahan akun instagram Peristiwa Medan, Kamis 30 April 2026, tampak oknum polisi itu mengenakan pakaian kaus santai sedang asyik duduk berpelukan bersama seorang wanita.
Selain asyik berpelukan di kafe pinggir jalan, Kompol DK juga tampak mengisap vape diduga berisi cairan narkoba. Sontak saja, begitu beredar, video tersebut seketika membuat publik heboh.
Polda Sumut melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) langsung bergerak merespons beredarnya video viral di media sosial yang menyita perhatian publik.
"Terhadap yang bersangkutan (Kompol DK) sudah dipatsus," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Kamis 30 April 2026.
Ia mengatakan bahwa Subbidpaminal Bidpropam Polda Sumut telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak guna mendapatkan gambaran yang utuh terkait peristiwa tersebut.
Dalam proses itu, seorang perwira menengah berinisial Kompol DK telah dimintai keterangan.
Dari hasil pemeriksaan awal, Kompol DK mengaku kejadian itu terjadi pada tahun 2025 saat menjalankan tugas di bidang penegakan hukum narkotika.
“Yang bersangkutan menyampaikan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan kegiatan penyelidikan dengan melibatkan informan," katanya.
"Namun demikian, seluruh keterangan masih terus didalami untuk memastikan kesesuaiannya dengan prosedur yang berlaku,” sambung Ferry.
Propam juga melakukan serangkaian tes laboratorium, termasuk pemeriksaan urine, darah, dan rambut. Hasil sementara menunjukkan tes urine negatif. Sementara hasil pemeriksaan lainnya masih dalam proses analisis.
Tak hanya itu, sejumlah orang yang turut berada dalam video juga akan dimintai keterangan untuk melengkapi rangkaian klarifikasi, agar peristiwa tersebut dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru.
“Apabila ditemukan pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Sadis! Pemuda Mabuk Lempar Kucing dari Balkon Setinggi 6 Meter Cuma Disanksi Ringan
-
Bongkar Selisih Biaya Sekolah Negeri vs Swasta Rp360 Juta, Bisa Jadi Aset Anak
-
Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton
-
Viral! Majikan Ini Paksa ART Baru Makan Satu Meja, Reaksinya Bikin Mewek
-
Viral Pengantin Meninggal Dunia setelah Resepsi, Tumpukan Kado Bikin Nyesek
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
OJK Tutup Hampir Seribu Pinjol Ilegal, Ini Daftar Lengkapnya
-
5 Sepatu Lari Lokal yang Bisa Dipakai di CFD Medan
-
101 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita di Aceh, Masyarakat Diimbau Tidak Membeli
-
Imigrasi Sabang Deportasi 4 WNA karena Langgar Izin Tinggal
-
Daycare Baby Preneur di Banda Aceh Ditutup Permanen Usia Kasus Penganiayaan Balita