- PPIH Embarkasi Medan memulangkan dua calon haji asal Tapanuli Selatan dan Tanjungbalai karena alasan kesehatan pada Mei 2026.
- Kedua calon haji tersebut didiagnosis mengalami gangguan kejiwaan dan demensia yang berisiko mengganggu keselamatan penerbangan menuju Tanah Suci.
- Keputusan diambil saat pemeriksaan akhir guna memastikan seluruh jamaah kloter Sumatera Utara dalam kondisi fisik yang layak terbang.
SuaraSumut.id - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengambil keputusan penting dengan memulangkan dua calon haji asal Sumatera Utara akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Kedua jamaah tersebut diketahui mengalami demensia (pikun) dan gangguan kejiwaan.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menjelaskan bahwa kedua calon haji tersebut berasal dari Tapanuli Selatan dan Tanjung Balai.
"Kondisi mereka terdeteksi saat menjalani pemeriksaan akhir oleh tim kesehatan Embarkasi Medan," katanya, melansir Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain kondisi kesehatan, juga terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui setiap calon haji asal Sumatera Utara, seperti pembagian paspor, gelang, Kartu Nusuk, dan lain sebagainya.
Dari beberapa tahapan itu, maka petugas PPIH Embarkasi Medan memutuskan apakah seorang calon haji asal Sumatera Utara sehat dan layak diterbangkan.
"Kemarin ada dua orang. Satu yang mengalami dimensia, dan satu lagi mengalami gangguan, sehingga bisa mengganggu jamaah lain," kata Zulkifli.
Menurutnya, perjalanan dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang ke Bandara Internasional Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah membutuhkan waktu lebih dari delapan jam.
"Ada satu yang mau mengamuk-ngamuk dan bisa mengganggu jamaah lain, apalagi saat di pesawat. Biasanya kalau di pesawat, itu pilot minta supaya tidak dibawa terbang," jelasnya.
Data PPIH Embarkasi Medan menyatakan sebanyak 5.990 calon haji, di antaranya 68 petugas haji kloter asal Sumatera Utara diberangkatkan pada 22 April hingga 11 Mei 2026.
Sampai pemberangkatan Kloter 11 Embarkasi Medan hari ini tercatat 3.947 calon haji, di antaranya 44 petugas atau 65,89 persen sudah tiba di Tanah Suci, dan 2.043 calon haji atau 34,11 persen masih di tanah air.
"Insyaa Allah, tahun depan kalau perkembangan kesehatan yang membaik, maka mereka bisa diberangkatkan," kata Zulkifli.
Berita Terkait
-
PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas
-
Saham PGUN Digadai, Ke Mana Aliran Dana Jumbo Milik Haji Isam?
-
Mendagri Ajak Pemda Dukung Pembenahan Keberangkatan Haji dan Umrah
-
Kemendagri Gandeng 2 Kementerian Benahi Layanan Haji dan Umrah
-
Nyaris Rp100 Juta, Ini Rincian Biaya Haji 2027 per Jemaah
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Penumpang KA Putri Deli Tembus 970.762 hingga September 2026
-
Ini Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Nenek Wajib Tahu!
-
Bayi Demam 38 Derajat, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
-
Cara Membersihkan Kasur dari Noda-Bakteri dengan Bahan Rumahan
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal