- Dinas Ketenagakerjaan Sumut menggelar rapat koordinasi pembentukan layanan terpadu satu atap bagi pekerja migran pada 3 Juni 2026.
- Kantor Imigrasi Sumut berkomitmen mendukung pembentukan layanan terpadu dengan menyediakan informasi keimigrasian serta mengusulkan penyediaan sarana pendukung pelayanan.
- Pembentukan layanan terpadu ini bertujuan menyederhanakan birokrasi, menekan biaya, serta meningkatkan perlindungan bagi calon pekerja migran di Sumatera Utara.
SuaraSumut.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi Sumut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara di Aula Lantai III Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu, 3 Juni 2026 kemarin.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara mengatakan pembentukan LTSA bertujuan untuk menyederhanakan proses pengurusan dokumen bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Selama ini, panjangnya birokrasi dan tingginya biaya pengurusan dokumen menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat. Kehadiran LTSA diharapkan dapat memberikan kemudahan, percepatan layanan, serta meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumut, Ketua Tim Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Jul Fikri, menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan LTSA.
Dalam kesempatan tersebut, Imigrasi mengusulkan agar Dinas Ketenagakerjaan dapat memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung pelayanan keimigrasian, termasuk penyediaan posko atau booth layanan informasi keimigrasian di LTSA.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk membuka layanan informasi keimigrasian bagi masyarakat apabila fasilitas untuk penerbitan paspor belum dapat disediakan pada tahap awal pembentukan LTSA.
"Kami siap mendukung penyelenggaraan LTSA melalui pelayanan informasi keimigrasian guna mempermudah masyarakat, khususnya calon pekerja migran Indonesia, dalam memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan," katanya.
Dalam forum tersebut, berbagai instansi turut menyampaikan masukan dan dukungannya. Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta sepakat untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat pembentukan LTSA Provinsi Sumatera Utara.
Kehadiran LTSA diharapkan dapat menjadi pusat layanan terpadu yang memudahkan proses pengurusan dokumen, meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran, serta mendukung tata kelola penempatan pekerja migran yang lebih efektif dan profesional di Sumatera Utara.
Berita Terkait
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO
-
Kisah Sukses BRILink Agen Kursumawati, Raih Grand Prize Super BRILink Agen 2025
-
Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nias Bangga Miliki Sekolah Bertaraf Unggul
-
Dari Pekerja Migran Indonesia ke Pengusaha, BRI Dampingi Rosyidah Raih Sukses Bersama C'milzea
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bebas Produk Tiruan! Beli Masker Wajah Skintific Original di Blibli
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Kronologi Suami Guru di Tanjungbalai Cabuli Anak Yatim Piatu, Korban Dibujuk Main HP
-
Direktur Politeknik Negeri Medan Tinjau Langsung Pelaksanaan Ujian Masuk
-
Guru di Tanjungbalai Diamuk Warga, Diduga Bawa Siswa SD ke Suami untuk Dicabuli