- Kapal ikan KM Mitra Jaya tenggelam di Perairan Tanjung Api, Asahan, akibat kebocoran pada Selasa, 2 Juni 2026.
- Sebanyak 21 dari 23 awak kapal berhasil selamat, sementara nahkoda dan seorang ABK dilaporkan masih hilang.
- Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian hingga Jumat, 5 Juni 2026, dengan memperluas area penyisiran lokasi.
Hingga Jumat (5/6/2026), tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, Polairud, KPLP, dan nelayan setempat terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan.
Dua nelayan yang masih dinyatakan hilang adalah Kahwi (60), nahkoda KM Mitra Jaya, dan Jamil, anak buah kapal (ABK). Keduanya diduga hilang saat kapal yang mereka tumpangi tenggelam setelah mengalami kebocoran di tengah laut.
Kadispen Kodaeral I Belawan, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, mengatakan TNI AL melalui Pos TNI AL (Posal) Sei Berombang Lanal Tanjung Balai Asahan terus bersinergi dengan seluruh unsur SAR dalam upaya pencarian korban.
"Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang saat ini masih menunggu kabar dari orang-orang tercinta," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Jumat 5 Juni 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima, KM Mitra Jaya mengalami kebocoran pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Perairan Tanjung Api.
Saat itu, seluruh awak kapal berupaya menyelamatkan kapal dengan menggunakan pompa Alkon untuk mengurangi debit air yang masuk ke lambung kapal.
Namun derasnya air yang masuk membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kapal akhirnya tenggelam hanya dalam hitungan menit.
Dari total 23 awak kapal yang berada di atas KM Mitra Jaya, sebanyak 21 orang berhasil menyelamatkan diri dan telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara dua awak lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Pada hari kedua operasi pencarian, Kamis (4/6/2026), Patkamla RHIB 02 Posal Sei Berombang bergerak menuju lokasi kejadian sejak pukul 08.52 WIB untuk melakukan penyisiran bersama tim Basarnas Tanjung Balai Asahan.
Baca Juga: 8,4 Kg Sabu-Pod Getar Asal Sumut Gagal Terbang ke Kalimantan, 2 Orang Ditangkap
"Pencarian dilakukan hingga sore hari, namun belum membuahkan hasil," ujarnya.
Operasi kemudian dihentikan sementara menjelang malam dan kembali dilanjutkan pada Jumat pagi dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Wahyu Kurniawan menegaskan bahwa TNI AL akan terus mendukung penuh operasi kemanusiaan tersebut hingga seluruh korban ditemukan.
"Keselamatan masyarakat maritim menjadi perhatian utama TNI AL. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam operasi SAR ini," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kapal Ikan Tenggelam di Perairan Asahan, 2 Nelayan Dilaporkan Hilang
-
Imigrasi Sumut Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara di Event Trail of The Kings 2026
-
8,4 Kg Sabu-Pod Getar Asal Sumut Gagal Terbang ke Kalimantan, 2 Orang Ditangkap
-
Labubu hingga Hirono Kini Hadir di Medan, Pop Mart Buka Store Pertama di Sumatera
-
Sertipikat Tanah Hilang? Jangan Panik, Begini Cara Mengurus Penggantinya