- Debu di rumah berasal dari berbagai sumber seperti kulit manusia, hewan peliharaan, serta partikel luar ruangan.
- Pemilik rumah perlu menerapkan strategi pembersihan efektif menggunakan alat tepat dan rutin mengganti filter udara.
- Menjaga kebersihan secara berkala dapat mencegah penumpukan debu sekaligus mengurangi risiko alergi bagi penghuni rumah.
Filter HEPA mampu menangkap partikel debu berukuran sangat kecil sehingga tidak kembali terlepas ke udara saat proses pembersihan berlangsung. Metode ini sangat dianjurkan bagi keluarga yang memiliki anggota dengan alergi atau asma.
5. Kurangi Barang yang Tidak Diperlukan
Semakin banyak barang di dalam rumah, semakin banyak pula area yang menjadi tempat menumpuknya debu.
Rak pajangan, tumpukan majalah lama, boneka, dan dekorasi yang jarang dibersihkan sering menjadi sarang debu. Cobalah menerapkan konsep minimalis dengan menyimpan atau menyingkirkan barang yang sudah tidak digunakan.
Selain membuat rumah terlihat lebih rapi, langkah ini juga mempermudah proses pembersihan.
6. Cuci Sprei dan Gorden Secara Berkala
Kain merupakan magnet bagi debu. Sprei, sarung bantal, selimut, karpet, dan gorden dapat menampung debu dalam jumlah besar jika jarang dicuci.
Idealnya, sprei dicuci setidaknya seminggu sekali. Gorden dan karpet juga perlu dibersihkan secara berkala untuk mengurangi penumpukan debu serta tungau yang dapat memicu alergi.
7. Jaga Kelembapan Udara Tetap Ideal
Baca Juga: Tabrakan Beruntun Kendaraan di Toba, 2 Tewas
Udara yang terlalu kering dapat membuat debu lebih mudah beterbangan. Sebaliknya, kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur.
Tingkat kelembapan ideal di dalam rumah berada pada kisaran 30% hingga 50%. Menggunakan exhaust fan, ventilasi yang baik, atau air purifier dapat membantu menjaga kualitas udara tetap optimal.
8. Bersihkan dari Atas ke Bawah
Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan rumah adalah memulai dari lantai terlebih dahulu. Cara yang lebih efektif adalah membersihkan area yang tinggi seperti kipas angin, rak, lemari, dan tirai terlebih dahulu.
Setelah debu jatuh ke bawah, barulah lakukan penyedotan atau pembersihan lantai. Teknik ini membuat proses pembersihan lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal.
9. Gunakan Air Purifier
Berita Terkait
-
Tren Fashion Berenda Kembali Digandrungi Generasi Muda, Ini Tips Stylingnya
-
Tips Bikin Rumah Adem saat Cuaca Panas, Tetap Nyaman Meski Terik Menyengat
-
6 Tips Ampuh Mengatasi Bau Badan Menggunakan Bahan Herbal, Solusi Alami yang Mudah Dicoba di Rumah
-
Tips untuk Hemat Air di Rumah Agar Tagihan Bulanan Lebih Murah
-
8 Tips Membuat Bekal Anak agar Lahap Makan Sayur Tanpa Drama
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Berawal Kecelakaan Motor, Polisi Temukan Kebun Ganja 4,5 Kg di Karo
-
1.948 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Medan
-
Asap Karhutla Selimuti 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
-
Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
Baju Kena Abu Vulkanik? Jangan Asal Cuci, Begini Cara Membersihkannya