- Pemilik rumah harus menghindari dekorasi berlebihan dan kabel berserakan agar ruangan terlihat lebih rapi serta estetik.
- Penggunaan pencahayaan yang tepat, warna serasi, dan furnitur proporsional sangat penting untuk menciptakan suasana hunian elegan.
- Penerapan konsep desain konsisten serta menjaga kebersihan secara rutin mampu meningkatkan nilai visual hunian secara signifikan.
5. Kabel Berserakan di Mana-Mana
Kabel televisi, charger, internet, atau perangkat elektronik lainnya yang terlihat jelas dapat merusak estetika ruangan.
Gunakan cable organizer, box penyimpanan kabel, atau manfaatkan jalur tersembunyi di belakang furnitur. Detail kecil seperti ini sering menjadi pembeda antara rumah yang terlihat rapi dan rumah yang tampak kurang terawat.
6. Tirai Terlalu Pendek
Banyak orang tidak menyadari bahwa tirai berukuran salah dapat memengaruhi tampilan ruangan secara keseluruhan. Tirai yang terlalu pendek sering membuat jendela terlihat kecil dan kurang menarik.
Idealnya, pasang tirai mendekati plafon dan biarkan menjuntai hingga hampir menyentuh lantai. Teknik sederhana ini dapat menciptakan ilusi ruangan yang lebih tinggi dan lebih mewah.
7. Terlalu Mengikuti Tren
Tren desain interior berubah dengan cepat. Mengikuti semua tren yang sedang viral justru bisa membuat rumah kehilangan identitas dan terlihat cepat usang.
Lebih baik memilih desain yang timeless atau tidak lekang oleh waktu. Gunakan tren hanya sebagai aksen kecil sehingga mudah diperbarui tanpa harus melakukan renovasi besar.
8. Mengabaikan Kerapian dan Kebersihan
Tidak peduli seberapa mahal dekorasi yang dimiliki, rumah yang berdebu dan berantakan akan tetap terlihat kurang menarik.
Biasakan membersihkan rumah secara rutin, menyimpan barang pada tempatnya, dan mengurangi penumpukan benda yang tidak diperlukan. Rumah yang rapi hampir selalu terlihat lebih mahal dibanding rumah yang penuh barang.
9. Menggunakan Dekorasi Murah Berkualitas Rendah Secara Berlebihan
Membeli dekorasi murah memang dapat menghemat anggaran, tetapi penggunaan terlalu banyak produk berkualitas rendah bisa menurunkan nilai visual ruangan.
Lebih baik memiliki sedikit dekorasi berkualitas daripada banyak dekorasi yang mudah rusak atau terlihat kurang rapi. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
Berita Terkait
-
In This Economy, Apakah Nasihat Hidup Hemat Masih Relevan bagi Gen Z?
-
"Uangmu Uangku, Uangku Milikku": Masih Relevankah Prinsip Ini di Era Modern?
-
Kenapa Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di 3 Negara?
-
Tips Memilih Hunian Premium, Tak Lagi Sekadar Lokasi Tapi Juga Pengalaman Hidup
-
Pengacara Bantah Silmy Karim 'Sulit Dicari': Tak Ada Panggilan, Tiba-Tiba Tersangka
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Benarkah Harga Minyakita Masih Rp15.700 per Liter di Sumut?
-
Jadwal SIM Keliling Medan 8-14 Juni 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya
-
Cara Cepat Menghafal Perkalian Buat Anak SD, Belajar Matematika Jadi Lebih Menyenangkan
-
Cara Rebus Telur Agar Hasilnya Bagus dan Mudah Dikupas
-
600 Hektare Sawah di Nagan Raya Dilanda Kekeringan, Ancaman Gagal Panen Mengintai Petani