Suhardiman
Senin, 08 Juni 2026 | 11:13 WIB
Hamparan sawah yang mulai mengering akibat menurunnya debit air irigasi selama musim kemarau. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 600 hektare lahan sawah di Kabupaten Nagan Raya mengalami kekeringan parah per tanggal 8 Juni 2026.
  • Penyebab utama kekeringan adalah minimnya curah hujan serta penurunan debit air signifikan pada saluran irigasi pertanian.
  • Dinas Pertanian Nagan Raya berupaya menyelamatkan tanaman padi melalui sistem giliran air dan penyediaan pompa bantuan.

SuaraSumut.id - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian.

Tercatat sekitar 600 hektare lahan persawahan milik petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue mengalami kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi serta minimnya curah hujan.

"Kekeringan yang terjadi akibat penurunan debit air yang signifikan pada saluran irigasi serta minim nya curah hujan bagi kawasan tadah hujan," kata Kadis Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, melansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Wilayah yang mengalami dampak paling luas berada di Kecamatan Kuala. Sedikitnya 11 desa tercatat mengalami kekeringan dengan total ratusan hektare lahan persawahan terdampak.

Beberapa desa dengan luas kekeringan terbesar meliputi:

Desa Ujong Pasi: 105 hektare

Desa Alue Ie Mameh: 80,25 hektare

Desa Simpang Peut: 76,5 hektare

Desa Blang Muko: 73 hektare

Desa Blang Bintang: 51,2 hektare

Desa Ujong Patihah: 48 hektare

Desa Cot Kumbang: 45 hektare

Desa Blang Baro: 40 hektare

Desa Kuta Makmue: 35 hektare

Desa Ujong Sikuneng: 29,5 hektare

Load More