- Perencana keuangan Rista Zwestika menyarankan masyarakat membedakan kebutuhan dan keinginan demi menjaga stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi.
- Kebutuhan adalah hal esensial untuk aktivitas harian, sedangkan keinginan hanya pelengkap kenyamanan yang tidak mendesak untuk segera dipenuhi.
- Menerapkan jeda waktu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang dapat mencegah pengeluaran impulsif demi menjaga prioritas keuangan.
SuaraSumut.id - Mengelola keuangan pribadi menjadi tantangan yang semakin besar di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Kenaikan harga barang hingga biaya hidup yang terus meningkat sering kali membuat seseorang kesulitan mengontrol pengeluaran.
Salah satu langkah paling penting dalam menjaga stabilitas finansial adalah memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Meski terdengar sederhana, banyak orang masih kesulitan membedakan keduanya sehingga pengeluaran bulanan kerap membengkak tanpa disadari.
Perencana keuangan Rista Zwestika mengatakan, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan adalah mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.
"Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?" kata Rista, melansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.
Jika ketiadaan barang itu membuat orang yang bersangkutan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik, maka barang tersebut dapat digolongkan sebagai kebutuhan.
Namun, kalau barang itu hanya diperlukan untuk menambah kenyamanan, mengikuti tren, dan penundaan pembeliannya tidak mengganggu aktivitas utama orang yang bersangkutan, maka barang tersebut lebih dekat pada kategori keinginan.
Ia menyarankan penerapan jeda sebelum memutuskan untuk membeli barang yang tidak direncanakan guna mencegah belanja yang didorong oleh emosi atau keinginan sesaat.
"Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak direncanakan," ujarnya.
Penerapan jeda sebelum membeli memungkinkan orang untuk mengevaluasi kembali apakah barang yang hendak dibeli benar-benar dibutuhkan.
Kebiasaan menunda keputusan untuk melakukan pembelian bisa mencegah pengeluaran impulsif akibat godaan promosi dan diskon maupun keinginan mengikuti tren.
Ia mengemukakan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan dengan keinginan untuk menetapkan prioritas pengeluaran dan mengatur keuangan pada masa kondisi perekonomian kurang baik.
Kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran sehari-hari dan memastikan setiap pembelian sesuai dengan prioritas penting untuk meminimalkan kemungkinan munculnya masalah keuangan.
Berita Terkait
-
Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?
-
OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah
-
Generasi Sandwich Perlu Atur Keuangan, Jangan Sampai Tabungan Habis Saat Sakit
-
Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban
-
Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Nyamuk Ternyata Punya Warna Favorit, Ini 5 Warna yang Cenderung Dihindarinya
-
Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih