- Massa membakar kantor dan rumah dinas PT Agrinas Palma Nusantara di Labuhanbatu Utara pada Juni 2026.
- Aksi tersebut dipicu tewasnya Luis David Hutabarat akibat pengeroyokan oleh petugas keamanan perusahaan di area perkebunan.
- Polres Labuhanbatu bersama Subdenpom telah mengamankan empat terduga pelaku untuk menjalani proses penyidikan secara hukum.
SuaraSumut.id - Rumah dinas dan kantor PT Agrinas Palma Nusantara Regional I Sumatera Utara di Dusun Tapian Nauli, Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dibakar massa.
Sedikitnya 10 bangunan yang terdiri dari kantor perusahaan dan rumah dinas karyawan dilaporkan ludes dilalap api. Sejumlah kendaraan milik perusahaan juga ikut menjadi sasaran pembakaran massa.
Aksi amuk massa berujung pembakaran tersebut diduga berkaitan dengan kematian seorang warga yang memicu kemarahan masyarakat setempat.
Korban diketahui bernama Luis David Hutabarat (33), warga Desa Sukaramai, Kecamatan Kualuh Hulu, yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 16 Juni 2026 malam.
Kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Pangaribuan, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, Luis bersama seorang rekannya berinisial JN melintas di kawasan perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara Regional I sebelum dihentikan oleh petugas keamanan perkebunan.
"Korban yang saat itu pulang bersama saksi dari ladang tiba-tiba dicegat. Korban diduga ditabrak menggunakan sepeda motor secara bergantian oleh dua orang yang disebut saksi berinisial BN dan BD," kata Dayan kepada SuaraSumut, Kamis, 18 Juni 2026.
Setelah itu, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang di area perkebunan tersebut. Akibat kejadian itu, Luis David Hutabarat meninggal dunia di lokasi kejadian yang berada di Blok K33 areal PT Agrinas Palma Nusantara Regional I.
"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, tepatnya di PT Agrinas Palma Nusantara Regional I," ujarnya.
Dayan menyebut aparat telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut. Para terduga pelaku diketahui merupakan petugas keamanan perusahaan.
"Terduga pelaku yang merupakan petugas keamanan perusahaan kini telah terungkap dan diamankan. Mereka terdiri atas satu oknum TNI aktif, satu mantan TNI, dan dua warga sipil," kata Dayan.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan, kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Labuhanbatu dan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat.
"Saat ini, penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan kasus akan dilakukan secara profesional, cepat, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan terus dilakukan guna mengungkap fakta-fakta yang diperlukan dalam perkara tersebut.
Berita Terkait
-
TNI Buka Suara soal Dugaan Penganiayaan Polisi di Palmerah
-
Karyawan Koperasi di Tangerang Disekap-Ditelanjangi Bos, Disuruh Berbuat Tak Senonoh
-
Tragedi di Tolikara: KKB Serang Kamp Pekerja Saat Istirahat, 5 Tewas dan 3 Masih Hilang
-
Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis
-
57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Detik-detik Tabrakan Kereta Api dengan Truk hingga Terbelah Dua di Sergai