- Polisi menahan tersangka berinisial RWMS atas kasus pengeroyokan hingga menewaskan Jaka Janes Malau di Pematangsiantar, Mei 2026.
- Pihak kepolisian juga mengamankan satu unit mobil berstiker ormas sebagai barang bukti dalam proses penyidikan kasus tersebut.
- Insiden maut ini dipicu salah sasaran oleh pelaku setelah sebelumnya terlibat perselisihan harga tato dengan pihak lain.
Video tersebut memicu kecaman luas dari warganet karena memperlihatkan tindakan main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Terkait video tersebut, polisi menyebut peristiwa tragis tersebut bermula dari perselisihan terkait biaya pembuatan tato yang berujung aksi pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 29 Mei 2026.
Awal mula kejadian melibatkan seorang pria bernama Ronaldo Siburian yang merasa keberatan dengan biaya tato yang dibuat oleh Marten Haloho.
"Awalnya ada enam pelaku. Ronaldo Siburian ini yang pertama kali punya cekcok dengan pembuat tato bernama Marten Haloho terkait masalah harga tato," kata Sandi kepada SuaraSumut.id, Jumat 19 Juni 2026.
Menurut penyelidikan polisi, Ronaldo keberatan karena biaya pembuatan tato yang semula disebut sebesar Rp600 ribu dianggap terlalu mahal. Ia menginginkan harga yang lebih rendah.
"Masalahnya karena selisih harga. Ronaldo komplain kenapa harus bayar Rp600 ribu. Sementara saksi Marten Haloho sudah menawarkan untuk mengembalikan uang tersebut dalam waktu satu minggu," ujarnya.
Setelah perselisihan itu, Marten Haloho dibawa oleh para pelaku ke dalam mobil. Mereka kemudian menuju kawasan Taman Bunga untuk mencari orang yang diduga terkait dengan persoalan tersebut.
Di lokasi itulah, kata Sandi, terjadi kesalahpahaman yang berujung maut. Ronaldo diduga salah mengira korban, Jaka Janes Malau, sebagai teman Marten Haloho.
"Tanpa melakukan klarifikasi kepada Marten, Ronaldo langsung mendatangi korban yang saat itu sedang duduk di lokasi. Dia bertanya, 'Kau ikut-ikutan juga?'," ungkap Sandi.
Korban kemudian menjawab, "Kalian kira aku takut sama kalian?" Jawaban tersebut memicu cekcok antara korban dan para pelaku hingga akhirnya berujung pada aksi pengeroyokan.
Polisi bahkan memastikan bahwa Marten Haloho sendiri tidak mengenal korban Jaka Janes Malau.
"Jadi korban ini sebenarnya bukan orang yang dicari. Marten juga tidak kenal dengan korban. Ini lebih kepada salah sasaran karena Ronaldo mengira korban adalah salah satu teman Marten," ungkap Sandi.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
-
Kronologi Ribut Sesama Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta yang Kini Dibidik Polisi
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!
-
Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh
-
Prakiraan Cuaca 8 November: Hujan Berpotensi Hampir Merata di Sumut Sore-Malam Ini
-
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka
-
Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain