- LBH Medan mendesak Polda Sumut pada Jumat, 7 Agustus 2026, mengusut tuntas kematian janggal Winda Lorenza Gowasa.
- Direktur LBH Medan menilai kesimpulan bunuh diri oleh polisi masih prematur karena ditemukan banyak luka lembam pada tubuh korban.
- LBH Medan meminta Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolda Sumatera Utara mengambil alih kasus ini secara transparan serta profesional.
SuaraSumut.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak Polda Sumut untuk mengambil langkah konkret atas kematian mantan istri polisi bernama Winda Lorenza Gowasa.
Direktru LBH Medan, Irvan Saputra menilai, kesimpulan polisi atas meninggalnya Winda diduga karena bunuh diri masih prematur, apabila belum didasarkan pada hasil penyelidikan dan penyidikan yang komprehensif sesuai Scientific Crime Investigation.
"LBH Medan menduga kematian Winda terdapat kejanggalan yang harus menjadi perhatian serius dalam proses penyidikan. Keterangan ayah korban ada pencekikan leher dan mata lebam. Semua badannya agak kebiru-biruan, dan tidak ada bekas tembakan seperti apa yang diberitakan," kata Irvan, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain itu, kata Irvan, didapati pusar perut korban membiru namun keterangan petugas karena terjadi pembusukan. Luka lain yang pertanyakan, ialah kedua paha membiru, goresan di lutut kiri, punggung kaki kiri dan kanan membiru, serta beberapa jari-jari korban membiru. Namun yang paling janggal perihal luka tembak.
Tidak hanya itu, adik korban IC juga menyampaikan sebelum bercerai dengan suaminya, korban beberapa kali mengalami kekerasan. Hal ini menggambarkan jika kematian Winda penuh dugaan kejanggalan. Namun, hingga saat ini belum terdapat penjelasan yang komprehensif dari pihak kepolisian.
Selain itu, penyampaian informasi kepada keluarga diduga berlangsung secara berlarut-larut, pengamanan oleh aparat kepolisian di rumah sakit dilakukan secara ketat.
"Bahkan diduga keluarga atau adik korban tidak diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan korban ketika berada di rumah sakit," ungkapnya.
Irvan mengatakan luka lembam pada bagian mata yang menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kematian korban. Karena banyaknya kejanggalan yang belum terjawab, LBH Medan menduga ini bukan bunuh diri melainkan adanya dugaan tindak pidana dalam kematian Winda.
Oleh karena itu, LBH Medan mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera mengambil alih kasus ini dan mengambil langkah konkret sesuai hukum. Komnas HAM dan Kompolnas juga diminta turun tangan dalam kejanggalan kematian Winda.
Penyidik melakukan penyelidikan secara profesional, independen, transparan, dan akuntabel terhadap kematian Winda dengan membuka seluruh kemungkinan penyebab kematian berdasarkan alat bukti yang sah.
"Penyidik melakukan pemeriksaan forensik secara menyeluruh, termasuk pendalaman terhadap seluruh luka pada tubuh korban, khususnya luka berat pada bagian kepala, guna memastikan penyebab kematian berdasarkan pendekatan ilmiah dan objektif," jelasnya.
LBH Medan juga meminta penyidik memeriksa seluruh saksi dan pihak yang berada di lokasi kejadian, termasuk mendalami seluruh keterangan yang telah disampaikan kepada publik agar dapat diuji kesesuaiannya dengan fakta-fakta dan kondisi fisik korban.
Menyampaikan perkembangan penyidikan, hasil autopsi, serta hasil pemeriksaan kepada keluarga korban secara terbuka sebagai bentuk penghormatan terhadap hak keluarga untuk memperoleh informasi dan keadilan.
"Menjamin tidak adanya intimidasi, intervensi, maupun upaya pengaburan hukum terhadap keluarga korban, saksi, maupun pihak lain yang memberikan keterangan dalam proses penyidikan," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH
-
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Temukan Kejanggalan Kematian Eks Istri Polisi, Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan ke Polda Sumut
-
LBH Medan Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Mantan Istri Polisi
-
Sempat Dibantah Keluarga, Polisi Tegaskan Wanita di Medan Tewas Bunuh Diri Pakai Senpi
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak