- Dokter Raissa E Djuanda menyarankan konsumsi camilan sehat bagi orang yang harus begadang atau terbangun dini hari.
- Pilihlah makanan mengandung protein dan karbohidrat seperti yogurt atau buah guna menjaga energi serta konsentrasi tubuh.
- Batasi asupan kafein maksimal 400 mg per hari untuk menghindari gangguan kualitas tidur serta dampak kesehatan lainnya.
SuaraSumut.id - Banyak orang terbiasa begadang karena pekerjaan atau terbangun dini hari lalu sulit tidur kembali. Dalam kondisi seperti ini, biasanya rasa lapar kerap muncul dan membuat sebagian orang mencari makanan instan atau minuman untuk mengganjal perut.
Padahal, kebiasaan memilih makanan sembarangan saat bergadang justru dapat berdampak buruk bagi tubuh.
Dokter spesialis gizi klinik Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM membagikan rekomendasi camilan yang bisa menjadi pilihan saat harus bangun dini hari atau bergadang.
“Bila terbangun dini hari dan beraktivitas selama beberapa jam, camilan sehat dapat membantu menjaga energi dan konsentrasi,” kata Raissa, melansir Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Raissa, saat terbangun dini hari atau bergadang, tubuh tidak selalu membutuhkan asupan makanan dan tidak harus makan jika tidak merasa lapar.
Namun apabila merasa lapar saat tengah bergadang, lanjut Raissa, hindari mengonsumsi makanan tinggi kalori, gula, gorengan, atau makanan berat yang dapat menyebabkan kantuk dan gangguan pencernaan.
"Pilih camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein, misalnya yogurt rendah gula, susu rendah lemak, buah, kacang panggang," ujarnya.
Raissa juga merekomendasikan konsumsi susu sebagai pilihan saat bergadang. Meski bukanlah “penangkal” efek bergadang, namun susu dapat menjadi pilihan minuman yang lebih baik dibanding minuman manis tinggi gula.
Dalam hal ini, susu mengandung protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
“Susu juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dibanding minuman manis biasa. Namun yang terpenting tetap menjaga total asupan gizi dan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup,” ucapnya.
Selain itu, disarankan membatasi mengonsumsi kafein beberapa jam sebelum waktu tidur. Hal ini lantaran mengonsumsi kafein berlebihan justru mengganggu kualitas tidur hingga menyebabkan jantung berdebar.
“Pada orang dewasa sehat, asupan kafein umumnya disarankan tidak melebihi 400 mg per hari, setara sekitar 3–4 cangkir kopi seduh. Namun sensitivitas dan kebutuhan tiap orang berbeda," katanya.
Berita Terkait
-
Punya Kebiasaan Begadang, Sebenarnya Apa yang sedang Dikejar Gen Z?
-
Begadang Nonton Bola? Ini 5 Trik Biar Gak Kelihatan Zombie di Kantor
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Gen Z Begadang Demi Nonton Piala Dunia: Hobi, Me Time, atau Sekadar FOMO?
-
Jangan Cuma Keripik! Ini 7 Pilihan Camilan Segar untuk Nonton Piala Dunia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun
-
MUI: Pria Berbusana Wanita Saat Karnaval Agustusan Haram
-
Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik
-
Temukan Kejanggalan Kematian Eks Istri Polisi, Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan ke Polda Sumut
-
LBH Medan Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Mantan Istri Polisi