Suhardiman
Selasa, 23 Juni 2026 | 21:46 WIB
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah berfoto bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah, menjamin keamanan investor untuk menepis keraguan terkait investasi di wilayah Aceh.
  • Pihak Mubadala Energy mempersoalkan faktor keamanan sebagai alasan mengolah migas Blok Andaman di tengah laut, bukan daratan.
  • Pemerintah Aceh dan Polda menegaskan keamanan Aceh telah teruji berdasarkan data Indeks Demokrasi dan Keamanan tahun 2025.

SuaraSumut.id - Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh.

“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Marzuki, Selasa malam, 23 Juni 2026.

Pernyataan Marzuki menanggapi pertanyaan mengenai keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di Pemerintah Aceh.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh. Rapat dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas.

Seluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.

"Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” ujar Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD (Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.

Dalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.

“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” ungkap Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh.

"Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyaman di Aceh," sambungnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail (Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.

“Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco (PT Medco E&P Malaka anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk.) beroperasi di sektor hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana,” kata Kak Iin.

Mengenai keamanan di Aceh juga sudah terbukti sebagai yang terbaik di Sumatera. Catatan Aceh paling aman tersebut berdasarkan beberapa data yang diterbitkan oleh lembaga yang kredibel. Di antaranya Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan skor dari Goodstats.

Itulah sebabnya, Kapolda Marzuki, menyatakan keamanan dan kenyaman di Aceh sudah terbukti secara fakta dan data. “Tak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” kata Kapolda.

Load More