- Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah, menjamin keamanan investor untuk menepis keraguan terkait investasi di wilayah Aceh.
- Pihak Mubadala Energy mempersoalkan faktor keamanan sebagai alasan mengolah migas Blok Andaman di tengah laut, bukan daratan.
- Pemerintah Aceh dan Polda menegaskan keamanan Aceh telah teruji berdasarkan data Indeks Demokrasi dan Keamanan tahun 2025.
SuaraSumut.id - Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh.
“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Marzuki, Selasa malam, 23 Juni 2026.
Pernyataan Marzuki menanggapi pertanyaan mengenai keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di Pemerintah Aceh.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh. Rapat dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas.
Seluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.
"Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” ujar Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Pada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD (Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.
Dalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.
“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” ungkap Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh.
"Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyaman di Aceh," sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail (Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.
“Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco (PT Medco E&P Malaka anak perusahaan PT Medco Energy Internasional Tbk.) beroperasi di sektor hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana,” kata Kak Iin.
Mengenai keamanan di Aceh juga sudah terbukti sebagai yang terbaik di Sumatera. Catatan Aceh paling aman tersebut berdasarkan beberapa data yang diterbitkan oleh lembaga yang kredibel. Di antaranya Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan skor dari Goodstats.
Itulah sebabnya, Kapolda Marzuki, menyatakan keamanan dan kenyaman di Aceh sudah terbukti secara fakta dan data. “Tak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh,” kata Kapolda.
Berita Terkait
-
Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci
-
Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader
-
Cara Membaca Tren Harga Emas yang Perlu Dipahami Investor
-
Indonesia Pamer Kesuksesan Perdamaian Aceh dan Maluku di Markas PBB
-
Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati
-
Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang
-
Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun
-
5 Cara Menjaga Dapur Tetap Bersih dan Rapi, Bisa Dilakukan Setiap Hari
-
Lihat Sawah Kekeringan, Dody Murka pada Bawahan: Serius Kawal Swasembada Pangan