- Polres Pematangsiantar menangkap dua penadah emas curian senilai Rp160 juta di wilayah Mandailing Natal pada Juli 2026.
- Kasus bermula dari pencurian 70 gram emas batangan di Toko Emas M.A Siregar, Kota Pematangsiantar, Juni 2026.
- Penangkapan kedua penadah dilakukan setelah polisi mengembangkan keterangan dari pelaku utama pencurian yang telah ditangkap sebelumnya.
SuaraSumut.id - Polres Pematangsiantar mengungkap jaringan penadah emas batangan hasil pencurian yang terjadi di Toko Emas M.A Siregar, Pasar Horas, Kota Pematangsiantar.
Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MA (46) warga Kecamatan Medan Sunggal dan TL (34) warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
"Kedua pelaku penadah kami amankan di Mandailing Natal, setelah dilakukan pengembangan dari tersangka pencurian yang lebih dahulu ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar kepada SuaraSumut.id, Rabu 1 Juli 2026.
Kasus ini bermula dari aksi pencurian emas batangan di Toko Emas M.A Siregar pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 12.15 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban berinisial KS (46) kehilangan emas batangan seberat 70 gram dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp160 juta.
"Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Siantar Barat oleh EES (22)," ujarnya.
Dalam penyelidikan, petugas lebih dulu menangkap pelaku pencurian berinisial LM (32) pada Kamis, 26 Juni 2026 malam.
LM ditangkap di sebuah rumah di Jalan Samosir, Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan. Saat diperiksa, ia mengakui telah mencuri emas batangan tersebut dan menjualnya kepada dua penadah di wilayah Panyabungan, Kabupaten Madina.
Berbekal pengakuan itu, petugas berkoordinasi Satreskrim Polres Mandailing Natal untuk melakukan pengejaran.
Hasilnya, kedua penadah berhasil diamankan pada Senin siang dan kini telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pilu Pensiunan PTP III, Kebun Sawit di Langkat yang Jadi Tumpuan Hari Tua Diklaim Agrinas
-
Viral Wanita Dianiaya Kekasih di Jalanan Medan, Pelaku Positif Narkoba
-
Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas
-
Warga Blokade Rel Kereta di Batubara Usai Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api
-
Gempa M 6,1 di Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami