- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Langkat Syah Afandin terkait kasus dugaan suap proyek pemerintah daerah.
- Penangkapan tersebut berhasil mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah.
- Tujuh orang termasuk Bupati dan pihak swasta kini sedang diperiksa intensif oleh KPK untuk penentuan status hukum.
SuaraSumut.id - Bupati Langkat Syah Afandin terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Pria yang disapa Ondim ini diamankan berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek Kabupaten Langkat.
"Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap, proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat," kata Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam OTT tersebut, KPk menemukan uang suap diduga untuk Ondim dari pihak swasta.
"Uang tunai ratusan juta rupiah diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan pihak swasta kepada Bupati Langkat," ujarnya.
KPK masih mendalami dugaan gratifikasi lainnya yang diterima Bupati Langkat maupun penyelenggara negara lainnya di daerah tersebut.
"Tentunya nanti akan didalami dan ditelusuri apakah ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang diterima oleh Bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," katanya.
KPK telah menyegel sejumlah lokasi untuk kepentingan proses pengusutan perkara tersebut.
Diketahui, ada tujuh orang yang diamankan KPK dalam OTT tersebut. Selain Bupati Syah Afandin, satu orang di antaranya adalah ASN di Langkat, dan lima orang pihak swasta.
KPK memiliki waktu paling lama 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Baca Juga: Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel KPK
Berita Terkait
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Bukan 2 Jam, Keluarga Tahanan KPK Dapat 'Bonus' Waktu Kunjungan di Hari Kemerdekaan
-
Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong
-
Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
7 Bayi di Aceh Barat Lahir Bertepatan HUT ke-81 RI
-
Jadwal SIM Keliling Medan 18-23 Agustus 2026, Catat Lokasi dan Syarat Perpanjangnya
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama