Suhardiman
Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:11 WIB
Tangkapan layar Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti. [Instagram TKPMedan]
Baca 10 detik
  • KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Langkat Syah Afandin di Medan pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Sebanyak tujuh orang yang terdiri dari bupati, seorang ASN, dan lima pihak swasta berhasil diamankan petugas.
  • Wakil Bupati Langkat menyatakan keprihatinan dan meminta jajaran pemerintah tetap fokus memberikan pelayanan publik bagi masyarakat daerah.

SuaraSumut.id - Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti tak mampu menahan air mata saat memberikan tanggapan terkait penangkapan Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Dengan suara bergetar, Tiorita menyampaikan rasa prihatin sekaligus menegaskan bahwa dirinya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

Ia berharap Syah Afandin tetap diberi kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi ujian tersebut.

"Semoga pak Bupati sehat, jaga kesehatan, selalu berdoa," kata Tiorita sambil menangis dilihat dari unggahan akun instagram TKP Medan, Jumat 3 Juli 2026.

Ia mengaku terakhir kali bertemu dengan Syah Afandin dua hari sebelumnya saat menghadiri peringatan Hari Bhayangkara.

"Terakhir saya bertemu dua hari yang lalu waktu Hari Bhayangkara," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah situasi tersebut, Tiorita mengajak seluruh jajaran Pemkab Langkat untuk tetap menjaga semangat dan memastikan roda pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat terus berjalan sebagaimana mestinya.

Ia berharap peristiwa yang sedang dihadapi tidak menghambat upaya pembangunan daerah.

"Kita harapkan Langkat ini semakin maju, lebih baik, dan lebih sejahtera," kata Tiorita.

Diketahui, KPK menangkap Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim dalam operasi tangkap tangan (OTT).

OTT dilakukan di wilayah Sumatera Utara sejak Kamis, 2 Juli 2026. Ondim diamankan di rumah pribadinya yang berlokasi di wilayah Medan.

Dalam OTT tersebut, total ada tujuh orang yang ditangkap. Mereka adalah bupati, satu aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Langkat, serta lima dari pihak swasta. Ketujuhnya diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan Medan.

Load More