- Polisi menangkap dua mahasiswa berinisial Y dan KH di Medan pada 6 Juli 2026 karena mengedarkan ganja.
- Petugas menyita barang bukti ganja seberat 260 gram lebih dari lokasi penangkapan yang berbeda di Medan.
- Pihak kepolisian saat ini sedang memburu pemasok utama berinisial B untuk membongkar jaringan peredaran narkotika tersebut.
SuaraSumut.id - Peredaran narkotika ternyata masih menyasar lingkungan kampus. Hal ini terungkap setelah polisi membongkar dugaan jaringan peredaran ganja yang melibatkan dua mahasiswa di Kota Medan.
Dalam penangkapan yang berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026 malam, petugas menangkap dua pria berusia 20 tahun yang masih berstatus mahasiswa.
Kedua berinisial Y dan KH diduga aktif mengedarkan ganja tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga kepada masyarakat umum.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, pengungkapan berawal dari ditangkapnya Y di kawasan Jalan Dr. Mansyur, Medan.
"Ketika dihentikan saat mengendarai sepeda motor, petugas menemukan satu paket ganja seberat 6,05 gram yang disembunyikan di bagian bawah kendaraannya," katanya, Rabu, 8 Juli 2026.
Dalam pemeriksaan, Y mengaku baru mengambil barang haram tersebut dari teman sekampusnya, KH, yang tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Jamin Ginting.
Berbekal pengakuan tersebut, polisi langsung bergerak melakukan pengembangan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati KH tengah mengonsumsi ganja di lantai atas rumah kosnya.
Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan dua bungkus besar ganja dengan berat keseluruhan lebih dari 260 gram.
"Barang bukti tersebut kami amankan dari kedua tersangka yang ditangkap di lokasi berbeda," ujarnya,
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa kedua mahasiswa itu diduga telah menjual ganja kepada sesama mahasiswa maupun masyarakat di luar lingkungan kampus.
Kasus ini pun belum berhenti. Polisi kini masih memburu seorang pria berinisial B yang diduga berperan sebagai pemasok ganja kepada KH.
Menurut Rafli, meski KH dan B tidak pernah bertemu secara langsung, keduanya rutin berkomunikasi dan telah beberapa kali melakukan transaksi.
Polrestabes Medan memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
"Siapa pun yang terlibat, baik sebagai pengguna, pengedar, maupun bandar, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya
-
BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Tersangka Diamankan
-
Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu
-
DJ Cantik di Medan Ditangkap Edarkan Vape Narkoba Merk Batman
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bappeda Langkat, Diduga Rebutan Proyek