- Ahli gizi Christine Byrne menyatakan bahwa bakteri usus memfermentasi serat makanan sehat sehingga menghasilkan gas tubuh.
- Fermentasi serat makanan sehat di usus besar turut memproduksi asam lemak rantai pendek pelindung organ tubuh.
- Ahli gizi Holly Larson menjelaskan bahwa konsumsi makanan kaya oligosakarida dapat memicu produksi gas dan kembung.
SuaraSumut.id - Jangan buru-buru menyalahkan makanan sehat ketika perut tiba-tiba lebih sering mengeluarkan gas. Kacang-kacangan hingga sejumlah buah memang dikenal dapat membuat seseorang lebih sering kentut.
Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti makanan yang dikonsumsi tidak baik untuk tubuh. Sebaliknya, sebagian makanan yang memicu gas justru mengandung serat, vitamin, mineral, dan senyawa penting yang dibutuhkan tubuh.
Lantas, mengapa makanan sehat bisa membuat perut kembung dan kentut lebih sering?
Gas di saluran pencernaan dapat berasal dari udara yang tertelan ketika makan, minum, berbicara, atau mengunyah. Namun, salah satu sumber utama gas adalah aktivitas bakteri yang hidup di usus besar.
Kemudian, serat dan pati yang tidak dapat diserap tubuh Anda akan melewati usus besar untuk diproses oleh bakteri sebelum dikeluarkan.
“Bakteri probiotik sehat di usus anda akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna ini untuk mengonsumsinya, dan gas akan terbentuk dalam proses tersebut,” kata ahli gizi yang berspesialisasi dalam gangguan makan dan nutrisi kuliner Christine Byrne, MPH, RD, melansir Antara, Rabu (2/9/2026).
Byrne menyampaikan tubuh menanggapinya sebagai waktu untuk mengeluarkan gas melalui anus yang merupakan saluran pencernaan terdekat. Akibatnya, kita akan lebih sering kentut.
Namun, gas bukanlah satu-satunya produk sampingan dari bakteri usus yang mengonsumsi serat. Saat serat berfermentasi di usus, asam lemak rantai pendek diproduksi bersamaan dengan gas.
Senyawa-senyawa ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh, membantu melindungi jantung, hati, dan otak, mendukung metabolisme, dan melawan peradangan.
Ahli gizi terdaftar Holly Larson, MS, RD menyampaikan bahwa hal itu dapat terjadi karena usus setiap orang tidak terbuat dari bakteri yang sama, dan toleransi terhadap serat juga berbeda. Hal ini juga dapat berubah seiring Anda menyesuaikan pola makan.
Tetapi bukan hanya makanan berserat yang dapat meningkatkan perut kembung. Jika kita memiliki sindrom iritasi usus (IBS) atau intoleransi makanan tertentu, kita mungkin mengalami lebih banyak gas daripada kebanyakan orang setelah mengonsumsi makanan dengan gula atau senyawa tertentu.
“Sama seperti satu galon susu yang basi memiliki tekanan pada botol, fermentasi senyawa di usus kita dapat menyebabkan gas, nyeri, kembung, dan tekanan yang tidak nyaman di perut,” kata Larson.
Terkait dengan makanan sehat yang dapat membuat kentut, beberapa di antaranya seperti kacang-kacangan karena mengandung jenis karbohidrat yang sangat mudah difermentasi yang disebut oligosakarida.
Kentut dapat terjadi karena usus kecil kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk memecah karbohidrat ini, sedangkan karbohidrat tersebut menuju ke usus besar. Di usus besar, bakteri tertentu memfermentasinya, menghasilkan gas dan senyawa bermanfaat.
Makanan lain yang kaya akan oligosakarida termasuk gandum, bawang bombai, bawang putih dan gandum hitam.
Kentut dengan bau yang lebih kuat bisa terjadi setelah memakan makan sayuran cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan kubis Brussel.
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?
-
5 Ciri-Ciri Bedak Padat Sudah Kedaluwarsa atau Jamuran yang Bahaya untuk Kulit
-
Geger Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Dialihkan ke Koperasi, Ini Respons Tegas DPR
-
Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini
-
Alih-alih CKG Menteri, Guru Besar UGM Sarankan Tes Kejiwaan dan Alihkan Anggaran ke Korban Karhutla
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya
-
Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau
-
Kabar Baik! Tiket Pesawat Natal dan Tahun Baru Bakal Turun hingga 13 Persen
-
5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal, Jangan Disepelekan!
-
2 Anak Menhaj yang Jadi Tenaga Ahli Mundur Usai Ramai Disorot