- DPD Gerindra Sumut menyelenggarakan bimbingan teknis untuk kader legislatif pada Senin, 7 September 2026.
- Kader Gerindra diminta mengawal, menyukseskan, dan mensosialisasikan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.
- Pengurus partai berharap seluruh kader memperkuat gotong royong untuk mencegah misinformasi terkait kebijakan pemerintah.
SuaraSumut.id - DPD Gerindra Sumut menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk anggota legislatif dari partai Gerindra di wilayah Sumut. Pada bimtek ini ditekankan agar kader Gerindra mengawal dan mensosialisasikan program dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Panitia Bimtek DPD Gerindra Sumut yang juga anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Gusmiyadi mengatakan kegiatan tersebut secara teknis dikemas dalam bentuk bimtek.
Namun, secara khusus kegiatan itu memiliki tujuan strategis untuk mengawal serta menyukseskan berbagai program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
“Secara teknis kegiatan ini memang diramu dalam kegiatan Bimtek. Tetapi secara khusus, kegiatan ini adalah bagaimana kita mengawal dan menyukseskan program-program Bapak Prabowo,” kata Gusmiyadi, Senin (7/9/2026).
Menurut Gusmiyadi, konsolidasi menjadi bagian penting untuk menyatukan langkah seluruh kader dan struktur Partai Gerindra, khususnya di Sumatera Utara. Dengan konsolidasi yang kuat, diharapkan seluruh jajaran partai dapat memahami arah kebijakan sekaligus berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut Sugiat Santoso meminta seluruh kader Gerindra yang berada di lembaga eksekutif maupun legislatif untuk turut menjadi juru bicara Presiden Prabowo Subianto. Sugiat menekankan pentingnya peran kader dalam menyampaikan berbagai program dan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo kepada masyarakat.
"Jadi kita harus menjadi juru bicara Presiden Prabowo. Maksudnya, setiap kader harus mampu menyampaikan program-program Presiden Prabowo kepada masyarakat, baik ketika bertemu langsung maupun melalui media sosial," ujar Sugiat.
Dia menilai keterlibatan kader dalam menyampaikan informasi mengenai program pemerintah menjadi penting di tengah banyaknya informasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, masih kerap terjadi misinformasi terkait kebijakan maupun program yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo.
Karena itu, Sugiat meminta kader Gerindra tidak hanya menjalankan tugas sesuai posisi masing-masing, tetapi juga ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai program pemerintah.
"Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang keliru tentang apa yang sedang dilakukan pemerintah. Kader Gerindra harus hadir memberikan penjelasan dan menyampaikan informasi yang benar," jelasnya.
Sugiat juga mengingatkan kader Gerindra Sumut untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk ikut membantu pemerintah menjalankan berbagai program yang telah ditetapkan.
Dia meminta kader yang duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi dan kerja bersama dinilai penting agar agenda pemerintahan dapat disampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kita harus bergotong royong membantu pemerintahan Presiden Prabowo. Jangan biarkan Presiden Prabowo sendirian menghadapi kelompok-kelompok yang tidak senang dengan pemerintahan," tegas Sugiat.
Sugiat menilai kader Gerindra harus menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain menyampaikan keberhasilan program, kader juga diminta memahami berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
Bimtek tersebut menjadi salah satu momentum bagi kader Gerindra Sumut untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas dan fungsi mereka sebagai wakil rakyat maupun pejabat yang berada di pemerintahan.
Berita Terkait
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru
-
Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri
-
Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan
-
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Instruksikan Bersih-bersih Total
-
Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit