Suhardiman
Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB
Ilustrasi kondisi udara di Sumut. (freepik.com/jcomp)
Baca 10 detik
  • Sebaran asap menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada Rabu, 16 September 2026 pagi.
  • Dampak asap menurunkan jarak pandang hingga satu kilometer serta memicu kualitas udara tingkat sedang sampai tidak sehat.
  • BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan berkendara dan meminta kepala daerah berkoordinasi menghadapi kondisi tersebut.

SuaraSumut.id - Kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut), mulai mengkhawatirkan menyusul terdeteksinya sebaran asap di sebagian besar wilayah provinsi tersebut pada Rabu (16/9/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada pukul 08.20 WIB, asap terlihat menyelimuti sebagian besar wilayah Sumut.

Sebaran asap terpantau bergerak ke arah barat laut hingga utara mengikuti pola angin yang secara umum bertiup dari tenggara menuju barat laut. Kondisi tersebut turut berdampak pada jarak pandang di sejumlah wilayah pengamatan.

Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan jarak pandang berkisar antara 1 hingga 5 kilometer.

"Jarak pandang tersebut terpantau bersamaan dengan kondisi kabut dan asap," kata Kepala BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho kepada SuaraSumut.id.

Tak hanya mengganggu jarak pandang, dia menjelaskan, kondisi kualitas udara juga perlu menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang berada di udara Sumut.

"Berada pada kategori sedang hingga tidak sehat," ujarnya.

Lanjut Hendro mengatakan, pemantauan titik panas pada Selasa (15/9/2026) menunjukkan sejumlah hotspot terdeteksi terutama di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba dan Tapanuli Selatan.

"Titik panas tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan menengah," ungkapnya.

Hendro menjelaskan, kondisi sebaran asap dan kualitas udara ini membuat masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah, diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Masyarakat yang berkendara di tengah kondisi kabut dan asap diimbau berhati-hati, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain serta menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi di lapangan," imbaunya.

"Kepala daerah juga diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri setempat untuk terus memantau perkembangan kondisi asap dan kualitas udara di wilayah masing-masing," tukasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More