- Dua pria pencuri sawit membacok warga bernama Lusinan menggunakan egrek di Simalungun pada Senin, 14 September 2026.
- Akibat serangan tersebut, korban Lusinan mengalami luka koyak pada lutut kanan hingga mendapatkan dua belas jahitan.
- Polisi menangkap pelaku berinisial WP di Kisaran, sementara pelaku N melarikan diri ke Jambi menggunakan bus.
SuaraSumut.id - Kasus dugaan pencurian sawit di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berujung pada aksi pembacokan.
Dua pria diduga terlibat pencurian sawit menyerang warga menggunakan egrek atau alat untuk memanen sawit.
Salah satu pelaku berinisial WP (30) ditangkap saat melarikan diri ke Kisaran, Kabupaten Asahan.
"Pelaku saat itu sedang bersembunyi di sebuah losmen bersama istrinya (nikah siri)," kata Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sonni G Silalahi, Rabu (16/9/2026).
Sementara pelaku N diduga telah kabur ke luar provinsi Sumut. Keduanya melarikan diri setelah peristiwa pembacokan terjadi.
"N diketahui telah melarikan diri ke Jambi menggunakan bus," ujarnya.
Polisi mengamankan satu sepeda motor dan egrek yang digunakan pelaku untuk membacok korban.
Sonni mengatakan peristiwa terjadi di Huta III Imbalan Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas, Senin (14/9/2026) sekira pukul 00.30 WIB.
Akibat kejadian itu, korban bernama Lusinan (56) mengalami luka koyak pada bagian lutut sebelah kanan sebanyak 12 jahitan.
Sonni menyebut kejadian berawal pada Minggu (13/9/2026) sekira pukul 23.30 WIB. Saat itu, korban mendapatkan informasi adanya pria tengah mencuri buah kelapa sawit di salah satu perladangan warga.
Korban kemudian menuju lokasi. Di tengah perjalanan, korban bertemu dengan dua warga lainnya. Mereka lalu pergi bersama-sama mengecek informasi pencurian itu.
Saat di jalan umum Huta III Nagori Sei Torop, korban dan kedua saksi berpapasan dengan pelaku.
"Korban dan saksi bertemu terlapor yang mengendarai sepeda motor berboncengan sembari membawa keranjang samping. Di dalamnya terdapat buah kelapa sawit dan satu egrek," ungkapnya.
Korban menghentikan motor yang dibawa pelaku dan menanyakan soal asal sawit yang dibawa keduanya. Namun, para pelaku malah marah dan langsung turun dari motornya.
Saat yang bersamaan, pelaku WP langsung mengambil egrek yang dibawa dan berupaya membacok korban serta saksi.
Berita Terkait
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO
-
Utang Rp1,6 Triliun Lunas, Sidang Korupsi Eks Pejabat BRI Tetap Berlanjut: Apa Alasannya?
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
Puan Desak Aparat Usut Dugaan Lahan Karhutla Dialihfungsikan Jadi Sawit
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri
-
Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km
-
Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil
-
Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional
-
Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh