- Polres Samosir menangkap empat pria berinisial AP, AA, PMS, dan ZK di Kecamatan Simanindo.
- Penangkapan pada 16 September 2026 tersebut dilakukan karena keempat pria memeras perangkat desa bermodus BUMDes.
- Polisi mengamankan uang tunai Rp600 ribu dan mobil Toyota Calya sebagai barang bukti kasus pungutan liar.
SuaraSumut.id - Polres Samosir menangkap empat pria yang mengaku wartawan dan LSM karena diduga terlibat dalam pemerasan terhadap perangkat desa di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Keempat orang tersebut, yakni AP (53) dan AA (43) warga Kabupaten Simalungun, kemudian PMS (60) dan ZK (48) warga Pematangsiantar.
Plt Kasi Humas Polres Samosir BrigPol Gunawan Situmorang mengatakan, penangkapan berawal dari informasi adanya dugaan pemerasan terhadap perangkat desa.
Polisi kemudian melakukan penangkapan di Kecamatan Simanindo, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
"Petugas menemukan empat orang laki-laki dewasa sedang meminta uang kepada perangkat desa.
Selanjutnya, tim mengamankan keempat orang tersebut dan membawa perangkat desa yang keberatan beserta barang bukti," katanya, Kamis (17/9/2026).
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti uang tunai Rp600 ribu dan 1 unit mobil Toyota Calya BK 1805 WZ. Berdasarkan pemeriksaan awal, lanjut Gunawan, dugaan perkara tersebut berkaitan dengan pungutan liar.
"Motif dari kejadian tersebut adalah pemungutan liar,” ujarnya.
Namun, penyidik masih mendalami keterangan yang disampaikan keempat pria tersebut. Dalam pemeriksaan awal, mereka disebut mengaku pernah melakukan dugaan pemerasan di sejumlah desa dan sekolah negeri di Kecamatan Simanindo.
Dari aktivitas tersebut, mereka diduga telah memperoleh uang hingga mencapai jutaan rupiah.
Modus yang diduga digunakan adalah dengan menanyakan perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dalam prosesnya, para terduga juga disebut memberikan tekanan kepada perangkat desa.
“Informasi yang disampaikan para terduga pelaku bahwa dugaan pemerasan telah mereka lakukan di beberapa desa dan sekolah negeri di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, yang telah menghasilkan jutaan rupiah,” ungkapnya.
Saat ini, penyidik masih memeriksa pelapor, para saksi serta keempat pria yang diamankan untuk memastikan rangkaian kejadian dan dugaan tindak pidana yang sebenarnya terjadi.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Jejak Hubungan Bupati Pemalang dan Ayah Staf KPK, Ada Peran Oknum DPRD Jateng
-
Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda
-
Istri Bupati Pemalang Diduga Kumpulkan dan Nikmati Uang Hasil Pemerasan
-
Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA
-
Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Jadi Magnet Studi Tiru Kanwil Babel dan Bengkulu, Imigrasi Sumut Beberkan Pesan Penting
-
Kecoa Sering Keluar dari Saluran Air Kamar Mandi? Ini Cara Membasmi-Mencegahnya Datang Lagi
-
Harga Cabai Merah-Rawit di Sumut Semakin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg
-
Viral Penipuan Jual Beli Emas Modus Transaksi Segitiga di Medan
-
Polisi Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Tawuran di Asahan, Sita Sajam dan Motor