- Menteri PU Dody Hanggodo menegur bawahannya saat sidak sawah kekeringan di Bekasi pada 26 September 2026.
- Dody menemukan seribu hektare sawah kekurangan air selama tujuh bulan yang tidak sesuai laporan internal kementerian.
- Tindakan tegas tersebut dilakukan untuk mengawal percepatan swasembada pangan nasional dan memastikan air sampai ke sawah.
Dody sendiri menyadari bahwa sikapnya di lapangan menjadi sorotan. Ia meminta maaf jika tutur kata dan sikapnya dinilai terlalu keras. Namun, ia menjelaskan bahwa kemarahan tersebut berangkat dari kondisi yang dilihatnya.
“Saya marah bukan karena persoalan pribadi. Saya marah karena melihat masyarakat, khususnya petani, yang seharusnya mendapatkan pelayanan negara justru masih menghadapi persoalan mendasar seperti kekurangan air. Saya gak boleh membiarkan ini terjadi.” kata Dody.
Ada agenda yang lebih besar
Persoalan di Pebayuran tidak berhenti pada satu jaringan irigasi. Ada agenda yang lebih besar di belakangnya: ketahanan dan swasembada pangan.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan sebagai bagian penting dari agenda kemandirian nasional. Pemerintah juga menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan bidang pertanian.
Karena itu, keberadaan infrastruktur irigasi menjadi penting. Target produksi pangan tidak akan banyak berarti jika air tidak tersedia ketika tanaman membutuhkannya.
“Ukuran keberhasilannya harus terlihat di lapangan: apakah air benar-benar sampai ke sawah dan apakah petani benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pesan itu sekaligus menjelaskan mengapa persoalan Pebayuran mendapat perhatian serius.
Bagi kementerian, laporan mengenai puluhan ribu hektare sawah yang berhasil diselamatkan tentu penting. Tetapi temuan di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan belum selesai. Masih ada titik-titik yang harus ditemukan, diverifikasi, dan ditangani.
Di sinilah persoalan berikutnya muncul: siapa yang bertanggung jawab ketika informasi yang sampai kepada menteri berbeda dengan kenyataan di lapangan?
Dody mengatakan akan mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti tidak menjalankan tanggung jawabnya.
“Saya akan mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti tidak menjalankan tanggung jawabnya dan memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani, menjadi prioritas,” katanya.
Ujian bagi birokrasi
Sidak Pebayuran pada akhirnya bukan hanya soal seorang menteri yang marah kepada bawahannya. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kamera media meninggalkan lokasi.
Apakah jaringan irigasi diperbaiki? Apakah distribusi air dibenahi? Apakah data kekeringan diverifikasi kembali? Dan yang tidak kalah penting, apakah sistem monitoring kementerian mampu menangkap persoalan sebelum petani harus mengadu berulang kali?
Berita Terkait
-
Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI
-
1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
5 Cara Menjaga Dapur Tetap Bersih dan Rapi, Bisa Dilakukan Setiap Hari
-
Lihat Sawah Kekeringan, Dody Murka pada Bawahan: Serius Kawal Swasembada Pangan
-
Pemprov Sumut Sediakan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten
-
Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah
-
Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh