- KontraS Sumut mencatat 23 kasus kekerasan oleh prajurit TNI yang menelan 27 korban jiwa dan luka di Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
- Mayoritas tindakan kekerasan tersebut terjadi akibat keterlibatan prajurit TNI dalam pengamanan kepentingan bisnis perkebunan, seperti kasus di PT Agrinas Palma Nusantara.
- KontraS mendesak pemerintah mengevaluasi keterlibatan militer di ruang sipil serta memproses hukum setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
SuaraSumut.id - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti dugaan kekerasan dan penyiksaan yang melibatkan prajurit TNI di Sumut sepanjang 2026.
Adhe Junaedy, Staf Kampanye dan Opini Publik KontraS Sumut, mengatakan pihaknya mencatat terdapat 23 peristiwa kekerasan dan penyiksaan yang diduga dilakukan oleh anggota TNI di Sumatera Utara dalam periode Januari hingga Oktober 2026.
Dari 23 peristiwa tersebut, sedikitnya 27 orang menjadi korban. Sebanyak 25 korban mengalami luka-luka, sedangkan 2 lainnya meninggal dunia.
Menurut Adhe, temuan tersebut menunjukkan adanya persoalan serius terkait keterlibatan TNI dalam penanganan persoalan di ruang sipil.
"KontraS menilai sejatinya prajurit TNI dilatih untuk berperang, bukan menangani aksi masyarakat dalam menyampaikan kritik ataupun mengurusi ketertiban dan penegakan hukum masyarakat," kata Adhe kepada SuaraSumut.id, Senin (5/10/2026).
Ia menilai tindakan kekerasan dan penggunaan kewenangan secara sewenang-wenang tidak sejalan dengan mandat utama TNI sebagai alat pertahanan negara.
Adhe menjelaskan, Pasal 30 UUD 1945 telah menempatkan TNI sebagai alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara.
Sementara keamanan dan ketertiban masyarakat, perlindungan dan pelayanan kepada warga, serta penegakan hukum merupakan ranah kepolisian.
Menurutnya, pembagian kewenangan tersebut merupakan salah satu hasil penting Reformasi setelah Indonesia mengalami pengalaman panjang terkait keterlibatan militer dalam kehidupan sipil.
Soroti Pengamanan Perusahaan dan Perkebunan
KontraS Sumut juga menemukan bahwa keterlibatan TNI dalam pengamanan kepentingan bisnis perusahaan dan perkebunan menjadi salah satu fragmentasi praktik kekerasan yang paling banyak ditemukan.
Adhe menyebut PT Agrinas Palma Nusantara menjadi episentrum dalam catatan tersebut, dengan 15 peristiwa kekerasan, salah satunya terjadi di Labuhanbatu Utara (Labura) dan merenggut nyawa Luis David Hutabarat, pada pertengahan Juni 2026 silam.
Dari rangkaian peristiwa itu, sedikitnya 21 orang menjadi korban. Sebanyak 19 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia.
Selain persoalan pengamanan kegiatan ekonomi, KontraS Sumut juga menyoroti keterlibatan prajurit TNI dalam konflik agraria di Sumut.
Salah satunya terkait konflik di Dusun Pondok Pool, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Dalam kasus tersebut, prajurit TNI disebut terlibat dalam upaya penggusuran ruang hidup masyarakat.
Berita Terkait
-
Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan
-
HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan
-
Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit
-
Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan
-
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Siber: Berita Bohong Pecah Belah Indonesia
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik
-
Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan
-
Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki
-
KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban
-
BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026