- Pemkab Mandailing Natal memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada 15 hingga 17 Oktober 2026.
- Kebijakan tersebut diambil akibat kabut asap yang memperburuk kualitas udara dan membatasi jarak pandang.
- Pemerintah daerah bersama BMKG akan terus memantau situasi dan mempertimbangkan perpanjangan masa belajar.
SuaraSumut.id - Pemkab Mandailing Natal (Madina) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah mulai Kamis hari ini 15 Oktober hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kebijakan PJ bagi siswa TK, SD, dan SMP di Madina ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang menyebabkan kualitas udara memburuk dan jarak pandang terbatas.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Madina, Parlin Lubis mengatakan kebijakan tersebut akan dievaluasi dengan melihat perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan mempertimbangkan apakah pelaksanaan PJJ cukup sampai Sabtu atau perlu diperpanjang apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
"Mulai hari ini (Kamis) sampai Sabtu (diberlakukan PJJ), nanti kita lihat dulu perkembangannya, apakah membaik atau semakin parah. Kalau semakin memburuk, kemungkinan kebijakan ini bisa diperpanjang," ujar Parlin ketika dihubungi SuaraSumut.id lewat selular.
Dia menjelaskan, keputusan menerapkan PJJ didasarkan pada data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah tersebut dilaporkan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Selain berdampak terhadap kualitas udara, kabut asap juga menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas.
Kondisi tersebut, katanya, menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama siswa yang harus berangkat dan pulang sekolah serta warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Parlin menerangkan, sebelum menetapkan kebijakan tersebut, Bupati Madina H Saipullah Nasution telah memimpin rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas langkah penanganan kabut asap.
Ia menjelaskan, rapat tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Kominfo.
Pemkab Madina juga melakukan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan asap. Salah satunya melalui pembagian masker oleh BPBD, terutama kepada warga yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengendara.
"Terutama orang yang beraktivitas lah kan di luar, kan, apakah dia pengendara atau masyarakat lainnya," ujarnya.
Parlin menegaskan, kebijakan pembelajaran jarak jauh dan langkah penanganan lainnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Pemkab Madina akan terus memantau situasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memperpanjang masa PJJ jika kualitas udara dan jarak pandang belum menunjukkan perbaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
-
Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib
-
BRI Raih 36 Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026 Berkat Transformasi Layanan
-
Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Pemulihan Ekosistem Jadi Fokus
-
Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang