Suhardiman
Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Tangkapan layar Kopdes di Labuhanbatu terendam banjir di Labuhanbatu. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Bangunan kosong Koperasi Desa Merah Putih di Labuhanbatu terendam banjir akibat hujan deras pada 27 Oktober 2026.
  • Dandim 0209/Labuhanbatu menjelaskan bahwa banjir terjadi karena tanggul penahan air di lokasi tersebut jebol tidak mampu menahan debit air tinggi.
  • Pihak TNI bersama Pemkab dan Dinas PU berencana memperbaiki tanggul rusak, menambah ketinggiannya, serta membangun waduk kecil untuk mengantisipasi banjir susulan.

SuaraSumut.id - Video yang menampilkan bangunan baru Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes di kawasan Aek Tapa, Rantauprapat, nyaris tenggelam setelah terendam air banjir akibat hujan deras, viral di media sosial.

Gedung fasilitas publik tersebut berdiri di dataran rendah yang selama ini dikenal sebagai titik langganan genangan air saat cuaca ekstrem.

Kondisi memprihatinkan ini terekam jelas dalam unggahan akun media sosial @rezakurniawan0 yang memperlihatkan air kecokelatan merendam bagian bawah pintu bangunan.

Ironisnya, fasilitas tersebut terpantau masih sepenuhnya kosong tanpa aktivitas operasional maupun barang dagangan di dalamnya.

Warga setempat langsung melontarkan kritik tajam terhadap proses perencanaan dan penentuan lokasi proyek pembangunan fasilitas desa ini.

Publik menilai instansi terkait mengabaikan faktor kerawanan lingkungan sebelum mendirikan bangunan di wilayah rawan genangan.

"Beginilah jadinya jika suatu proyek tak memikirkan kondisi lokasi tanah seperti apa, padahal udah diingatkan oleh masyarakat," tulis pemilik akun.

Dandim Buka Suara

Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji buka suara terkait viralnya video Kopdes Merah Putih di Labuhanbatu terendam banjir. Ia menjelaskan, pembangunan Kopdes di lokasi yang terdampak banjir telah melalui koordinasi dengan Pemkab dan dinas terkait.

"Awal mula titik itu kita lakukan pembangunan tentunya atas dasar permintaan kami kepada Pemkab Kemudian dari Pemkap melalui dinas pertanian memberikan lahan itu untuk dibangunkan KDMP," katanya saat dikonfirmasi SuaraSumut.id, Selasa (27/10/2026).

Sebelum pembangunan dimulai, Dandim mengatakan pihaknya juga menerima informasi bahwa kawasan tersebut berpotensi mengalami banjir setiap tahun. Karena itu, pembangunan tanggul menjadi salah satu persyaratan yang disampaikan Pemkab dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Letkol Kav Hanung mengatakan, pihaknya kemudian berkolaborasi membangun tanggul di sejumlah sisi lokasi, termasuk bagian belakang dan sebelah kiri, sebagai upaya mengantisipasi banjir.

Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan salah satu tanggul tidak mampu menahan besarnya debit air hingga akhirnya jebol dan mengakibatkan banjir di kawasan tersebut.

"Tanggul yang ada di sebelah kanan KDMP itu jebol karena tidak kuat menahan debit air yang besar, sehingga terjadilah berita yang kemarin,” katanya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Hanung menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU dan Pemkab untuk membahas langkah penanganan.

Load More