Suhardiman
Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB
Ilustrasi mayat bayi. [Antara]
Baca 10 detik
  • Wanita diduga ODGJ melahirkan bayi perempuan di pinggir jalan Kota Pematangsiantar dan bayinya meninggal dunia.
  • Polsek Siantar Utara bersama Dinas Sosial mengevakuasi ibu lemas tersebut ke RSUD dr. Djasamen Saragih pada Sabtu.
  • Dinas Sosial berkoordinasi dengan Dukcapil untuk melacak identitas wanita tanpa identitas tersebut agar dapat dikembalikan kepada keluarganya.

SuaraSumut.id - Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Sriwijaya Atas, Gang Kalasan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut).

Seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa ditemukan usai melahirkan bayi perempuan di pinggir jalan. Nahas, bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Kejadian ini pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai ibu bayi berada di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Siantar Utara, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 10.19 WIB.

Kapolsek Siantar Utara, Iptu Nana Sandra, menjelaskan bahwa petugas menemukan perempuan yang diduga merupakan ibu bayi dalam kondisi lemas.

"Petugas kemudian mengevakuasi perempuan tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Djasamen Saragih untuk mendapatkan penanganan medis," katanya, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, jenazah bayi perempuan tersebut dievakuasi ke ruang jenazah rumah sakit. Berdasarkan keterangan Dinas Sosial Kota Pematangsiantar, perempuan tersebut diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sebelumnya, petugas Dinas Sosial pernah berupaya mengamankannya di Jalan Merdeka saat kondisi hamil. Namun, upaya tersebut belum berhasil.

'Hingga saat ini, identitas perempuan tersebut masih belum diketahui secara pasti," ungkapnya.

Saat ini pihak Dinas Sosial Kota Pematangsiantar pun tengah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk menelusuri identitasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar perempuan itu dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya.

“Pihak Dinas Sosial masih berkoordinasi dengan pihak Dukcapil pada hari Senin guna mencari identitas ibu mayat bayi tersebut agar dapat dikembalikan kepada keluarganya,” tukas Nana.

Kontributor : M. Aribowo

Load More